CINA DALAM LINTAS PERDAGANGAN DI ACEH BARAT DAYA 1900-2008

Pengarang: 

HASBULLAH

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

SEK - 900 (900 - 909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9164-81-0

Jumlah Halaman: 
129

 

 

Etnis Cina di aceh Barat Daya di kota Blangpidie menjadi salah satu masyarakat keturunan di perantauan yang telah hidup dan tinggal di luar negara asalnya. Jaringan kerja etnis ini di kota ini mulai teridentifikasi sejak tahun 1900 dan mulai terlihat aktif dalam kegiatan perdagangan sejak tahun 1930-an, namun ternyata sampai saat ini pun mereka masih dapat bertahan. Semenjak sistem kapitalisasi berhasil ditanamkan pengaruhnya di aceh oleh kolonial Belanda, maka sejak saat itu pula terjadi peralihan aktivitas dari etnis Cina menjadi sebagai pedagang perantara. Keistimewaan perilaku perdagangan etnis Cina di Aceh Barat Daya adalah : Teridentifikasi pada kekuatan sistem jaringan kerja yang mereka buat, walaupun demikian sikap kompetitif antara mereka tetap terpelihara secara sehat; Perilaku hubungan jaringan perdagangan di antara etnis Cina terbentuk karena pengalaman yang mereka lalui. Di Aceh Barat Daya terbukti bahwa etnis Cina Tuha atau asli yang kebanyakan para emigran ternyata lebih berhasil dibandingkan peranakan. Perilaku perdagangan etnis Cina di aceh barat Daya khususnya Blangpidie saat ini mengarah pada sistem patron klien, terutama dengan beberapa pejabat pemerintah demi menjaga kenyamanan dan kesejahteraan , tetapi tidak dipungkiri kehadiran mereka dalam lintas perdagangan di kota ini telah memberi efek positif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Aceh Barat Daya pada umumnya.