BUNGA RAMPAI SEJARAH SUMATERA BARAT

Pengarang: 

AJISMAN, DKK

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-54-2

BUNGA RAMPAI SEJARAH SUMATERA BARAT

Bunga Rampai dengan tema Sumatera Barat dari Zaman Jepang Hingga Era Reformasi ini memuat beberapa judul, yaitu : 1) Dinamika Perkembangan INS Kayutanam 1926-1998 oleh Ajisman. Ajisman menjelaskan bahwa ruang Pendidik INS Kayutanam didirikan oleh Muhammad Syafe’i pada tanggal 31 Oktober 1926. Pada awal pembukaan murid-murid hanya duduk di tikar, tidak ada bangku atau meja belajar. Setahun kemudian, didalam kebun kopi didirikan Los dari bambu beratap rumbia, bangkunya dari papan berkaki bambu yang ditanamkan ke tanah. 2) Tenaga Romusha di nagari Durian Gadang Kabupaten Sijunjung pada Masa Pendudukan Jepang 1942-1945 oleh Zusneli Zubir. Karya tersebut menjelaskan bahwa pendudukan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun dikenal sebagai periode penjajahan yang luar biasa kejam, apabila dibandingkan dengan penjajahan Belanda yang berlangsung lebih lama. Kekejaman yang dilakukan Jepang itu sehubungan dengan kepentingannya untuk memenuhi kebutuhannya terhadap sumber daya alam dan manusia, dalam rangka mendukung kepentingan perang Asia-Pasifik antara Jepang dengan Sekutu. Salah satu bentuknya melalui kerja paksa atau lebih dikenal dengan romusha. 3) Sejarah Konflik Tanah Ulayat di Nagari Kapa Kecantikan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat 1981-2005 oleh Jumhari. Ia menjelaskan bahawa dalam konteks persoalan konflik tanah di Sumatera Barat, sengketa tanah ulayat menjadi salah satu persoalan utama konflik agraria yang sering terjadi di daerah ini. 4) Dinamika Orang Jawa di Nagari Sitiung 1974-2009 oleh Efrianto. Ia menjelaskan bahwa sebelum tahun 1977 Nagari Sitiung merupakan sebuah nagari yang dihuni oleh masyarakat asli. Luas lahan dan jumlah penduduk yang tidak sebanding menyebabkan banyaknya lahan yang belum tergarap. Kondisi tersebut mendorong pemerintah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung menjadikan daerah ini sebagai kawasan penempatan transmigran.