BUNGA RAMPAI BUDAYA SUMATERA SELATAN

Pengarang: 

ROIS LEONARD ARIOS, DKK

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

978-602-8742-52-8

BUNGA RAMPAI BUDAYA SUMATERA SELATAN

Bunga Rampai dengan tema Budaya Budaya Basemah di Kota Pagar Alam ini memuat tiga karya, yaitu : 1)Karya Rois Leonard Arios dengan judul Arsitektur Rumah Baghi di Kota Pagaralam. Menurut penulis, rumah tradisional oleh masyarakat setempat disebut Ghumah Baghi (dibaca rumah bari) yang berarti rumah lama. Rumah tersebut secara fisik dibagi atas dua jenis yaitu rumah tatahan (rumah dengan hiasan ukiran di beberapa bagian rumah) dan rumah gilapan (rumah tanpa hiasan ukiran di beberapa bagian rumah). Sedangkan secara teknis pembuatan, rumah terbagi atas dua jenis yaitu rumah padu tiking dan rumah padu ampaghe. Proses pembuatan rumah baghi masih menggunakan sistem teknologi tradisional. 2) Karya Ernatip dengan judul Tradisi Lisan Dalam Pergaulan Bujang dan Gadis Pada Masyarakat Basemah di Kota Pagaralam Sumatera Selatan. Menurut Ernatip bahwa Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan yang masih melestarikan tradisi pergaulan bujang dan gadis.Ia juga menjelaskan bahwa adat pergaulan bujang dan gadis setiap suku bangsa di Indonesia ada dan masing-masing suku bangsa tersebut memiliki keunikan tersendiri. 3) Karya Refisrul dengan judul Sumbai; Sistem Pemerintahan Tradisional Masyaarakt Basemah di Sumatera Selatan. Karya tersebut menjelaskan bahwa dalam sistem sumbai yang dipimpin oleh jurai tuweu (jurai tue) dan perangkatnya, azas musyawarah menjadi identitas dan unsur utama. Sumbai sebagai sistem adat dan pemerintahan dengan sendirinya mengandung nilai budaya luhur yang menunjukkan ketinggian budaya masyarakat leluhur/pemimpin, kebersamaan dan sosial. Karya tersebut meretas kearah pengetahuan kita terhadap berbagai persoalan budaya masyarakat di Sumatera Selatan.