BUNGA RAMPAI BUDAYA MASYARAKAT SUMATERA BAGIAN SELATAN

Pengarang: 

HASANADI, REFISRUL, HARIADI, ROIS LEONARD ARIOS

Penerbit: 

BPNB SUMATERA BARAT

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

ASB - 390 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
198

Dalam buku Bunga Rampai yang mengangkat tema Budaya Masyarakat Sumatera Bagian Selatan ini terdapat empat artikel. Empat artikel tersebut semuanya mengenai budaya baik itu menyangkut mengenai kearifan, sosial budaya, etnis, dan kesenian. Adapun empat artikel tersebut meliputi: (1) Kearifan Lokal Naskah Ka-Ga-Nga Surat Surat Dayang Kuala oleh Hasanadi. Dalam hal ini teks naskah SSDK berisi informasi penting tentang nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks sistem sosial budaya masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan. (2) Potret Sosial Budaya Masyarakat Pesisir Di Sungsang oleh Refisrul. Berdasarkan potret sosial budaya masyarakat pesisir di daerah Sungsang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan diperoleh pemahaman bahwa masyarakat setempat memiliki potensi sosial budaya yang bisa diperdayakan untuk peningkatan kehidupan sehari-hari mereka di tengah terpaan teknologi modern di bidang penangkapan ikan dewasa ini. Beberapa potensi sosial budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sungsang diantaranya Ikatan kekerabatan yang masih kuat yang ditandai oleh kuatnya rasa kekeluargaan baik didalam kerabat maupun di luar kerabat. (3) Syarofal Anam Di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu oleh Hariadi. Eksistensi Syarofal Anam di Kabupaten Kaur terlihat semakin berkurang. Hal ini diketahui dari semakin kurangnya penampilan Syarofal Anam pada upacara-upacara adat seperti perkawinan, turun mandi anak, akikah dan acara adat lannya. (4) Etnisitas Dan Identitas Budaya Orang Enggano Di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu oleh Rois Leonard Arios. Konsepsi sebagai orang Enggano tergantung pada rasa memiliki dan adat atau tidaknya pengakuan dari diri pribadi orang tersebut atau penunjukan dari orang lain, dan tidak lagi berdasarkan silsilah atau geneologi. Dalam konteks ini seluruh ketentuan adat menjadi sangat longgar dan pragmatis karena setiap orang luar bisa menjadi orang Enggano jika dia membutuhkan identitas tersebut.