BULETIN JARAHNITRA EDISI NOMOR : 4 NOPEMBER - MARET 1993

Pengarang: 

DRS. GATOT WINOTO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JE

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

000-091 (K

Keberadaan Kesultanan Riau Lingga yang berpusat di Daik berlangsung kurang lebih 100 tahun, yang diawali oleh Sultan Mahmud Riayat Syah pada awal tahun 1801, dengan membangun kota Parit, pasar dan mesjid sedangkan Sultan yang terakhir adalah Sultan Abdul Rahmad Muazam Syah yang diturunkan tahta oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1911. Peranan para penguasa Kesultanan Riau Lingga ini cukup besar memajukan agama Islam, sehingga peninggalan-peninggalan yang ada terutama yang ada hubungannya dengan agama masih terawat dengan baik seperti mesjid dan perlengkapannya. Peninggalan yang dapat dilihat yaitu : Mesjid Sultan Lingga terletak di pusat kota Selurahan Daik, Kecamatan lingga; Makan Sultan Mahmud Riayat Syah terletak di Kompleks Mesjid Sultan Lingga; Pintu Gerbang Kompleks makam Bukit Cengkih; Makam Yang Dipertuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusufdi Kampung Damnah, Daik Lingga; Meriam di Kubu Pertahanan Bukit Cening, Daik Lingga; Beberapa meriam di halaman Mesjid Mepar, Meriam pecah piring dan padam pelita terbuat dari tembaga, di Daik Lingga, Dua tangga pintu masuk Istana Damnah, Daik Lingga; Tiang dan tangga masuk Istana damnah, Daik Lingga; Pondasi Balai Penghadapan (Balairung Seri), Daik Lingga; Pondasi Gedung Bilik 44, Alas Tiang Bendera Kesultanan Riau Lingga.