BUDAYA SPIRITUAL PARAHYANGAN DI "TANAH MATARAM" : SISTEM KEPERCAYAAN KOMUNITAS ADAT TAJAKEMBANG DAYEUHLUHUR-CILACAP

Pengarang: 

NOOR SULISTYOBUDI, SUJARNO, INDRA FIBIONA

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

AGA - 200.8 (200-290)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-75-4

Jumlah Halaman: 
161

Budaya spiritual komunitas Tajakembang direpresentasikan melalui aktivitas keseharian yang menggabungkan antara pertanian dengan sistem kepercayaan yang telah ada secara turun-temurun. Budaya spiritual tersebut dimanifestasikan dalam kehidupan komunitas Tajakembang sehari-hari melalui sikap dan perilaku. Sikap dan perilaku tersebut timbul sebagai kontribusi leluhur dan menjadi pikukuh yang terus dilestarikan sampai sekarang. Budaya spiritual yang ada di kampong tajakembang menjelaskan hubungan antara mikrokosmis dan makrokosmis yang terekam dalam wawasan transeden komunitas Tajakembang. Leluhur yang disucikan oleh komunitas ini merupakan tokoh yang disegani dan menjadi bagian dari penggalan sejarah Dayeuhluhur, yaitu sebagai keturunan yang dianggap melindungi elit/pemimpin lokal. Komunitas Tajakembang memaknai sistem kepercayaan yang dimiliki sebagai warisan budaya yang mengatur daya dukung lingkungan, mengingat alam yang mereka tempati bukan milik mereka melainkan milik Tuhan yang dititipkan kepada karuhun (leluhur) untuk kehidupan masyarakat hingga generasi berikutnya. Meskipun akses keterbukaan informasi terbuka lebar, komunitas Tajakembang tetap memiliki prinsip teguh untuk melaksanakan pikukuh karuhun, sehingga saling memperingatkan untuk menjunjung tinggi komitmen terutama yang berkaitan dengan budaya spiritual.