BUDAYA MASYARAKAT PERBATASAN Studi Tentang Corak Dan Pola Interaksi Sosial Pada Masyarakat Kecamatan Langensari Propinsi Jawa Barat

Pengarang: 

SUMARSONO, TOTO SUCIPTO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1998/1999

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

KSB - 302.5 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
108

Desa Muktisari dan Desa langensari, Kecamatan Langensari merupakan daerah-daerah yang tergolong kedalam daerah perbatasan. Secara Administratif Kecamatan Langensari yang termasuk ke dalam kota Administratif Banjar, kabupaten Ciamis termasuk ke dalam wilayah Propinsi Jawa Barat. Salah satu unsur budaya yang cukup menonjol dalam membedakan kedua suku bangsa tersebut adalah bahasa. Penduduk di Propinsi Jawa Barat berbahasa Sunda, sedangkan penduduk di Propinsi Jawa Tengah berbahasa Jawa. Hubungan sosial antara orang Jawa sebagai pendatang dan orang Sunda sebagai orang asli di daerah langen tergolong baik. Keserasianhubungan antara orang Jawa sebagai pendatang dan orang Sunda sebagai penduduk asli di daerah langensari pada dasarnya dapat terwujud karenamasing-masing mempunyai tenggang rasa yang cukup tinggi dalam mengaktualisasikan keberadaannya masing-masing. Di Langensari hubungan-hubungan kekeluargaan pada orang Jawa dan Sunda secara kesukubangsaan menjadi meluas. Perkawinan antar suku bangsa, yaitu Jawa dan Sunda sudah merupakan hal yang biasa, apalagi pada saat sekarang ini. Anak-anak muda saat ini lebih mempunyai kebebasan dalam menentukan pasangan hidupnya dibanding dengan orang tuanya dahulu. Melalui perkawinan antarsuku bangsa yang berbeda ini kekerabatan keluarga-keluarga di langensari menjadi luas, tidak saja hanya pada keluarga sesukunya saja, tetapi juga meluas berintervensi ke keluarga-keluarga yang berbeda suku bangsanya. Hubungan perkawinan antara suku bangsa yang berbeda akan menambah luas wawasan pengetahuan dan pemahaman kebudayaan generasi yang akan datang. Keserasian hidup berdampingan antara orang Sunda sebagai penduduk asli dan orang Jawa sebagai penduduk pendatang selain tampak dari tidak pernah adanya konflik yang berarti yang menandai hubungan mereka, juga terlihat dari rendahnya pasangan-pasangan subyektif di antara keduanya.