BERITA PENELITIAN ARKEOLOGI VOLUME 9

Pengarang: 

SUNARNINGSIH DAN IDA BAGUS PUTU PRAJNA YOGI

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

050 (050-059)

ISSN/ISBN: 

1410-3443

Jumlah Halaman: 
40

Pada Volume 9 Tahun 2016 ini Berita Penelitian Arkeologi kembali menampilkan satu berita penelitian yaitu Pemukiman Kuno Jambu Hulu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Jambu Hulu adalah nama desa di Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang sudah dikenal sejak tahun 2009. Situs Jambu Hulu berada di tepi Sungai Amandit, yang temuan permukaannya khususnya fragmen gerabah mempunyai kesamaan dengan yang ditemukan di situs Jambu Hilir, baik bentuk maupun pola hiasnya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat digambarkan bahwa situs Jambu Hulu merupakan situs pemukiman kuno yang berada di pinggir Sungai Amandit. Pemukiman kuno ini menempati lahan yang relatif kering dan berada pada tempat yang cukup tinggi, yang aman dari banjir. Selain menjadi sarana transportasi utama, Sungai Amandit juga menyediakan banyak sumber makanan berupa berbagai jenis ikan dan udang. Pemukiman Jambu Hulu ini kemudian berkembang semakin besar dan perkembangan ini diikuti dengan berkembangnya perdagangan antarkelompok melalui Sungai Amandit. Hasil perdagangan tersebut, membuat barang-barang dari keramik bisa masuk ke dalam kehidupan masyarakat Jambu Hulu Kuno, berdampingan dengan penggunaan wadah makanan dari gerabah yang lebih dulu dikenal.