BERITA PENELITIAN ARKEOLOGI VOLUME 10

Pengarang: 

ULCE OKTRIVIA, IMAM HINDARTO DAN EKO HERWANTO

Penerbit: 

BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

050 (050-059)

ISSN/ISBN: 

1410-3443

Jumlah Halaman: 
37

Pada volume 10 Tahun 2016 Berita Penelitian Arkeologi kembali menampilkan satu berita penelitian, yaitu : "Potensi Arkeologi di Sekitar Bukit Ulin, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu". Bukit Ulin merupakan satu kawasan karst yang berada di wilayah Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Pada awalnya hanya ditemukan tiga gua pada kawasan karst Bukit Ulin, yaitu Liang Ulin 1, Liang Ulin 2, dan Liang Ulin 3. Indikasi hunian masa prasejarah yang ditemukan pada beberapa gua pada Bukit Ulin, meliputi temuan sisa penguburan manusia prasejarah, fragmen gerabah, cangkang moluska, dan serpih batu. Berdasarkan pengamatan langsung dan adanya temuan permukaan didalamnya, paling tidak terapat 12 situs gua yang sangat potensial yaitu A04, Liang Ulin 33, E01, Liang Ulin 04, Liang Ulin 14b, Liang Ulin 34, Liang Ulin 35, Liang Ulin 36, Liang Ulin 37, dan Liang Ulin 38. Di Liang Ulin 2, yang berhasil menemukan sisa-sisa penguburan manusia dalam kondisi yang sangat fragmentaris, menjadi temuan penting yang harus segera ditindaklanjuti untuk mengetahui jenis ras dan umur serta waktu penguburannya. Potensi arkeologi yang cukup menarik dari gua-gua Bukit Ulin, yaitu temuan lukisan dinding pada Liang Ulin 34 dan Liang Ulin 37. Lukisan dinding disini dalam warna merah dan hitam. Khusus lukisan warna merah merupakan temuan pertama di wilayah Kalimantan Selatan. Sementara lukisan dinding warna hitam juga ditemukan di gua-gua lain di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Potensi arkeologi di sekitar Bukit Ulin menambah wawasan kebudayaan prasejarah pada kawasan karst Pegunungan Meratus bagian Tenggara.