BERBURU JEJAK AKEK ANTAK

Pengarang: 

DESRI SUSILAWANI, DEBORAH AMADIS MAWA

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Lain-Lain
Rak: 

CRA - 398.26 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-35-4

Jumlah Halaman: 
40

Pada zaman dahulu, di daerah tersebut hidup sepasang suami istri, yang dikenal bernama Akek Antak dan Nek Antak. Kek Antak adalah seorang penjaga pulau Bangka dari kerakusan penyamun dan orang jahat yang mengganggu kedamaian pulau Bangka. Kedua pasangan suami istri ini, tinggal di daerah Dusun Tanjung Tedung. Saat panen padi, dan padinya di jemur di rumah pondoknya seringkali hilang. Kesal hasil ladangnya hilang, akhirnya Akek Antak memanggil peliharaannya berupa ular Tedung. Dan berpesan apabila ada yang mengambil padi di jemuran dan mengunakan baju biru, agar dipatuk saja.
Kemudian dia berangkat untuk melihat kebunnya. Saat itu di Dusun Tanjung Tedung akan turun hujan.
Nek Antak sedang berladang. Melihat padi sedang yang dijemur dirinya berinisiatif mengangkat jemurannya. Naas dirinya yang saat itu, masih mengenakan baju biru untuk berladang. Ular Tedung yang berada tidak jauh dari penjemuran padi segera melaksanakan perintah tuannya, dan mematuk sehingga Nek Antak pun tewas. Akek Antak merasa gelisah, dan ia segera pulang ke pondok ladang mencari istrinya. Betapa kagetnya  Akek melihat istrinya telah meninggal dunia dan menjadi batu. Setelah itu, Akek Antak memutuskan untuk pergi dari Tanjung Pura dan mengembara ke daerah lain. Ia terpaksa melakukannya untuk melindungi manusia di Pulau Bangka.