BENTUK-BENTUK SENJATA TRADISIONAL DAERAH JAWA TIMUR

Pengarang: 

 UMIATI, NS, SRI INDARINI, SUWONDO ARIEF, RUDIYANTI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1990/1991

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

TEK-739.7 (730-739)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
102

Jenis senjata tradisional yang ada di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng dan Desa Aengtontong, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep khususnya serta Jawa Timur umumnya adalah berupa keris dengan berbagai macam bentuk, ukuran serta sebutannya. Clurit dengan berbagai macam ukuran serta sebutannya. Pedang dengan berbagai macam ukuran dan sebutannya. Gluguren/perangkap, dibel, paser. Dari sejumlah jenis senjata tradisional tersebut tiga jenis terakhir saat ini jarang sekali yang masih mempergunakan. Jadi saat ini hanya tinggal ceritanya saja. Teknik pembuatan jenis-jenis senjata tersebut masih bersifat tradisional. Namun demikian, dengan pesatnya pengaruh modernisasi, maka sebagian sudah ada yang mengalami pembaharuan, misalnya tentang pembuatan pisau. Khusus untuk pembuatan keris, teknik yang seperti masa masih ada para Empu, sudah tidak digunakan lagi, misalnya, cara menempa keris tidak dipukul dengan pemukul tetapi hanya dipijit-pijit. Dan hal ini sudah tidak dapat ditemukan lagi di Jawa Timur. Fungsi senjata tradisional misalnya keris, masih ada yang sifat penggunaannya atau fungsinya khusus, misalnya untuk upacara, untuk lambang kewibawaan seseorang, untuk mencari derajat atau pangkat dan sebagainya. Dengan adanya lambang kewibawaan, jelas menunjukkan adanya suatu pelapisan atau stratifikasi sosial di dalam masyarakat. Berarti keris dengan pamor-pamor tertentu, hanya dipergunakan/boleh dipergunakan oleh kalangan masyarakat tertentu saja. Mengenai pengertian simbolik senjata cukup banyak, misalnya pamor, masing-masing pamor mempunyai arti simbolik sendiri-sendiri serta siap yang seharusnya menggunakan. Pemeliharaan senjata, khususnya keris, juga mempunyai kekhususan yang harus dilaksanakan oleh pemilik keris atau orang yang dipercaya. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah cara marangi keris, yang pelaksanaannya memerlukan waktu dan syarat-syarat tertentu.