BASIYO (1916 – 1979) MAESTRO LAWAK DAGELAN MATARAM

Pengarang: 

TUGAS TRI WAHYONO, YUSTINA HASTRINI NURWANTI

Penerbit: 

BPNB D.I. YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2021

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

BIO - 927 (920-929)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-10-0

Jumlah Halaman: 
58

Basiyo merupakan seorang pelawak yang berasal dari Yogyakarta. Dengan menggunakan Bahasa Jawa, lawakan Basiyo pada masa hidupnya terkenal di daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI) dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta. Selain melawak, Basiyo juga berhasil mempopulerkan jenis gending Pangkur Jenggleng, yakni cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama dari tembang yang sedang dibawakan. Cara memukul gamelan pun tidak lazim, karena lebih mengandalkan kendang sebagai iringan utama untuk akhirnya pada ketukan (birama) terakhir dipakai sebagai waktu untuk memukul semua alat musik perkusi (terutama saron) sekeras-kerasnya. Basiyo juga sering berkolaborasi dengan nama-nama seniman lainnya, seperti Bagong Kussudihardjo, Ki Nartosabdo, Nyi Tjondrolukito, dan lain-lain. Sampailah pada tanggal 31 Agustus 1979 Basiyo meninggal dunia dan dimakamkan di Pemakaman Umum Terban, Yogyakarta.