BANJARMASIN (SUATU TINJAUAN SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM)

Pengarang: 

PEMBAYUN SULISTYORINI DAN ASNAINI

Penerbit: 

BKSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 959.8 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
62

Sejarah tentang masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan dapat dikatakan dari beberapa sumber, diantaranya menurut catatn sejarah Dinasti Ming di Tiongkok no 323 bahwa Banjarmasin merupakan pusat kegiatan niaga yang besar sejak masa lalu dan telah terjalin hubungan dagang antara Banjarmasin dengan Dinasti Ming. Berdasarkan Hikayat Banjarmasin bahwa kerajaan yang bercorak Hindu di Kalimantan menjelang kedatangan Islam berpusat di Negara Dipa, Daha dan Kahuripan di Hulu Sungai Negara di daerah Amuntai. Proses penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan dilakukan secara damai melalui missionaris Handelsman yaitu dengan perdagangan. Penyebaran Islam di Kalimantan Selatan dilakukan dengan menelusuri arus lalu lintas perdagangan laut sebab beberapa kota-kota perdagangan atau pemukiman penduduk terletak di sepanjang sungai atau pantai. Para pedagang itu juga merupakan mubaliq menggunakan kesempatan komunikasi transaksi perdagangan sambil menyebarkan agama Islam yang berasal dari Arab-Gujarat dan Keling. Proses Islamisasi berkembang dengan cepat karena adanya unsur perkawinan yang dilakukan oleh para pedangang dengan penduduk setempat. Kondisi tersebut didukung juga oleh terbentuknya Kerajaan Banjar sebagai peletak dasar sistem pemerintahan yang berdasarkan Hukum Islam, sehingga Islam menjadi agama resmi kerajaan. Ilmu Tasawuf juga sebagai dimesti mistik dari ajaran Islam yang mempengaruhi perkembangan kehidupan keagamaan di Kerajaan Banjar.