BANDA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH MARITIM JEJAK KEBAHARIAN ORANG BANDA YANG HILANG

Pengarang: 

USMAN TAHLIB DAN MEZAK WAKIM

Penerbit: 

BPNB AMBON

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
177

Salah satu kelompok masyarakat bahari yang terungkap aspek kesejarahannya terutama ikut serta dalam penciptaan ruang bahari nusantara adalah masyarakat bahari di kepulauan Banda. Kepulauan Banda bukan saja daerah produsen buah pala, tetapi penduduknya juga terlibat dalam jaringan pengangkutan rempah-rempah dari Maluku dan diantar-pulaukan sampai ke Malaka, pusat perdagangan rempah terbesar di Asia Tenggara. Dari hasil kajian sejarah diketahui, bahwa melemahnya aktivitas kebaharian orang Banda terutama di sektor palayaran niaga antar pulau, bukan karena rendahnya kemampuan dan daya tahan mereka menghadapi ganasnya gelombang laut dan samudera, tetapi karena adanya tindakan VOC yang dilanjutkan oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk mencegah berkembangnya sektor pelayaran niaga pribumi Indonesia. Tidak diketahui secara pasti berapa besar jumlah armada dagang dari para pelaut Banda yang pulang pergi Malaka itu, namun yang pasti kerajaan Malaka memberi perhatian khusus kepada para pelaut dan pedagang dari Banda.