BABAD JAWI KARTASURA 3

Pengarang: 

Ny. SRI SOEHARINI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1987

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

NKU - 091 (090 -099)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
192

Dalam Babad Jawi Jilid III diceritakan usaha Kumpeni untuk menangkap Jayapuspita yang dibantu oleh Surengrana. Kumpeni dalam pertempuran ini kehilangan serdadu banyak sekali dan berulang-ulang berganti panglima pasukan. Dipanegara diangkat menjadi raja bergelar Panembahan Herucakra sedang Jayapuspita diangkat menjadi Adipati bergelar Adipati Panatagama. Dipati Panatagama tetap berbaris di Madiun sementara Panembahan Herucakra menuju ke Madiun. Pakubuwono tiba-tiba sakit keras dan Pangeran Blitar dipanggil ke Kartasura. Sunan wafat dan digantikan oleh Dipati Anom Mangkunegara, bergelar Sunan Prabu Amangkurat. Pangeran Blitar berselisih dengan Sunan Prabu Mangkurat yang dibantu oleh Kumpeni dengan bantuan Pangeran Purbaya Pangeran Blitar mendirikan kerajaan sendiri bernama Kartasari dan bergelar Sultan Ibnu Mangkubuwono. Wilayahnya meliputi Kedu, Pajang, Wanakarta, Banjar dan Banyumas. Sementara itu banyak prajurit Kartasura yang berlindung ke Mataram meninggalkan Sunan Prabu Amangkurat. Cakrajaya yang hendak membantu Sunan difitnah kemudian dibui oleh Kumpeni. Kumpeni mencari jalan untuk membantu Sunan memerangi Kartasari yang dibantu oleh Panembahan Herucakra. Kartasari dibabat habis oleh Kumpeni atas permintaan Kumpeni Cakrajaya dibebaskan, ia kemudian hari diangkat menjadi Patih di Kartasura dan bergelar Patih Danureja. Permusuhan terhadap Mataram terus berlangsung, sementara itu Dipati Panatagama meninggal dunia. Sultan Ibnu Mangkubuwono wafat jenazahnya dikirim ke Kartasura.