ATURAN ADAT DAN TRADISI DI KESULTHANAN SAMBAS

Pengarang: 

URAI RIZA FAHMI

Penerbit: 

PUSTAKA ONE

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

TDK - 392.5 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-623-276-003-5

Jumlah Halaman: 
123

Buku Aturan Adat dan Tradisi di Kesulthanan Sambas ini terdiri dari 3 (tiga) bab yang terdiri dari Struktur Adat Istiadat Kesulthanan Sambas; Aturan Adat Raja-Raja di Kesulthanan Sambas; Upacara Adat Perkawinan Melayu Kesulthanan Sambas.  Adapun isi dari buku ini meliputi, pada Bab 1 menceritakan mengenai Gelar Turun Menurun Kesulthanan Sambas yang berisikan gelaran terhadap Sulthan yang berkuasa, gelaran terhadap Sulthan yang non aktif, sudah mangkat, gelaran terhadap Wazir/menteri kerajaan, dan sebagainya. Pada Bab 2 menceritakan mengenai yang menjadi dasar hukum di Kerajaan Sambas disebut dengan Qaa Noen (undang-undang) atau aturan adat raja-raja zaman dahulu. Sedangkan pada bab 3 menceritakan mengenai Istana Alwatzikhoebillah Sambas bermula dari pernikahan Raden Sulaiman yaitu Sulthan Sambas Islam Pertama dengan permaisurinya yang bernama Raden Mas Ayu Bungsu Putri dari Ratu Sepudak Raja Sambas Hindu. Budaya Melayu Brunai yang sudah terlebih dahulu berasimilasi dengan budaya Arab, Melayu dan Cina disatukan dengan budaya Jawa Hindu menjadi budaya adat Melayu Sambas yang disebarkan melalui Istana Alwatzikhoebillah Sambas.