ASPEK GEOGRAFI BUDAYA DALAM WILAYAH PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA

Pengarang: 

DRS. LINUS SIHALOHO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROYEK INVENT

Tahun Terbit: 

1983

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

3.3(300-31

ASPEK GEOGRAFI BUDAYA DALAM WILAYAH PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA UTARA
Pertanian rakyat di Sumatera Utara dapat dikatakan sebagai pertanian bahan pangan yang mengusahakan pertanaman padi, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran. Tetapi tanaman yang paling pokok serta menyeluruh adalah padi. Daerah pertanaman padi itu dapat digolongkan atas pertanaman tanah kering dan tanah basah. Peternakan, pada umumnya merupakan usaha sambilan dengan cara-cara yang tradisional. Pemeliharaan ternahini juga merata hampir di seluruh daerah, walaupun agak memusat di dataran tinggi, seperti : Karo, Padang Bolak di Tapanuli Selatan, Simalungun Atas, dan Tapanuli Utara, dalam hal ternak besar. Dalam hal ini usaha vaksinasi dan inseminasi telah banyak dilakukan. Teknologi dalam perikanan masih menunjukkan lebih besarnya nelayan (pribumi) yang mempergunakan sampan dayung/layar (pribumi). Kepercayaan/agama yang lebih menonjol darisemua tipologi, adalah dalam pertanian dan perikanan. Pada umumnya tujuan ekonomi dari pertanian rakyat, peternakan, perikanan, kerajinan tangan, dan perdagangan, masih untuk memenuhi kebutuhan sendiri (kebutuhan lokal).Yang sudah bernilai ekspor, terbatas pada sebagian produksi perikanan laut, kerajinan tangan, dan pertanian (sayur-sayuran). Jenis kegiatan atau mata pencaharian perdagangan, perindustrian, dan pertambangan, merupakan kegiatan masyarakat yang sudah majudan timbul dalam waktu belakangan. bagi daerah Sumatera Utara, jenis kegiatan ini lebih terpusat di daerah pesisir timur dan kota-kota. Karena merupakan usaha yang sudah maju, maka pengelolaannya juga telah dilaksanakan secara organisasi modern. Daerah Sumatera Utara termasuk cukup berpotensi di bidang kepariwisataan, baik potensi budaya atau pun potensi alam. Daerah yang sudah di gali dan dimanfaatkan kepariwisataannya antara lain ialah Tanah Karo, Simalungun, dan Tapanuli Utara (danau Toba dan Pulau Samosir). Industri pariwisata ini telah banyak mendatangkan keuntungan bagi rakyat dan pemerintah. Oleh karena itu, ciri-ciri khas daerah ini perlu dipertahankan, karena ciri khas inilah yang malah mengundang/menarik kaum wisatawan.