ASPEK BUDAYA ORANG ABUN DALAM PEMANFAATAN LINGKUNGAN

Pengarang: 

YUDHA YAPSENANG DAN ARIE JANUAR

Penerbit: 

BPNB PAPUA

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Papua Barat
Rak: 

PNB - 361.3 (360-369)

ISSN/ISBN: 

978-602-6525-02-4

Jumlah Halaman: 
94

Orang Abun di masa sekarang ini masih tetap mempertahankan sistem pengetahuan lokal yang dimilikinya, walaupun telah adanya perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya. Orang Abun memandang alam sebagai mama yang telah menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh orang Abun didalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya, karena itu alam harus dilestarikan supaya tetap memberikan manfaat bagi mereka. Dalam sistem pengetahuan lokal orang Abun, hutan yang ada disekitar mereka telah diklasifikasikan menjadi hutan pusaka atau keramat, hutan pamali, hutan primer dan hutan sekunder. Hutan sekunder dan primer merupakan hutan yang dimanfaatkan untuk memenuhi segala kebutuhan mereka, sedangkan hutan keramat dan pamali sama sekali tidak boleh dijamah manusia. Bagi orang Abun, lingkungan alam yang ada di sekitar mereka dijadikan sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti sebagai lokasi berladang, berburu, dan meramu. Peralatan yang digunakan pada masa lampau menggunakan peralatan dan cara yang sederhana, dengan bersumber dari alam. Setelah masuknya orang Biak dan orang luar, barulah terjadi perubahan dalam peralatan hidup orang Abun antara lain penggunaan mata kampak yang terbuat dari besi, mata panah dari besi, kalawai dari besi. Dalam sistem pengetahuan lokal selain pengetahuan tersebut, terdapat juga pengetahuan tentang tanaman, kondisi alam, dan penegtahuan tentang perhitungan. Orang Abun mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan tersebut dalam kehiduapn sehari-hari sampai sekarang ini. Selain itu, dalam sistem pengetahuan lokal orang Abun terdapat lokal genius, yaitu berupa pengetahuan tentang ritual adat seperti mesom yaitu ritual ini hanya diketahui oleh beberapa orang Abun saja.