ARTI PERLAMBANG DAN FUNGSI TATA RIAS PENGANTIN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI BUDAYA ACEH 1993

Pengarang: 

Drs. NASRUDDIN SULAIMAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

4.4(390-39

ARTI PERLAMBANG DAN FUNGSI TATA RIAS PENGANTIN DALAM MENANAMKAN NILAI – NILAI BUDAYA PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

Pada masyarakat Aceh terutama pada masa lampau, perkawinan itu dianggap sudah sah serta diakui oleh anggota masyarakat apabila telah diselenggarakan upacara peresmian perkawinan. Wajah dan rambut adalah unsur yang penting dan pertama terlihat dalam penampilan seseorang. Pada masa lampau, awal dari usaha untuk memperindah wajah pengantin wanita dimulai dengan upacara boh gaca atau malam berinai yaitu calon pengantin wanita dipakaikan pacar. Setelah itu koh andam yaitu memotong rambut yang ada di bagian muka sehingga berbentuk jumbai. Koh andam ini mengandung makna simbolis yaitu merupakan pengorbanan dari seorang gadis. Merias wajah merupakan bagian terakhir untuk pengantin, baik itu pemakaian bedak dan sebagainya.