ARTI MAKNA TOKOH PEWAYANGAN RAMAYANA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI III)

Pengarang: 

SUHARDI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.5 (100-1

Bagi masyarakat pendukung wayang, pertunjukkan wayang diangap mengandung konsepsi yang dapat digunakan sebagai pedoman dan perilaku atau perbuatan. Jalan cerita atau kisah-kisah dalam cerita pewayangan itu akan merangsang penonton untuk memperhatikan keseluruhan masalah yang ada di dalam cerita tersebut. Sampai dewasa ini wayang masih tetap merupakan sasaran yang sangat menarik untuk dikaji dan atau diteliti, baik oleh para pakar di dalam negeri maupun dari luar negeri. Salah satu daya tarik dari kecenderungan itu adalah banyak-banyak diamalkan. Padahal nilai-nilai itu merupakan sebagian faktor penting bagi manusia Indonesia yang sedang membangun. Wayang, dengan beberapa tokoh pemerannya, dapat menjadi sumber inspirasi, sumber pencarian nilai luhur yang ideal, terutama berkaitan dengan sifat-sifat baik dan buruk. Ceritera atau kisah yang digambarkan dalam pewayangan merupakan salah satu tuntunan untuk belajar, apa dan bagaimana sikap dan tindakan yang baik dan atau sebaliknya (apa dan bagaimana kelakuan dan atau tindakan yang tidak terpuji).