ARTI MAKNA TOKOH PEWAYANGAN MAHABHARATA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI III)

Pengarang: 

MADE PURNA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.5(100-19

ARTI MAKNA TOKOH PEWAYANGAN MAHABHARATA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI III)
Dari kelima tokoh yang telah diuraikan dalam buku berjudul Arti Makna Tokoh PewayanganMahabrata dalam Pembentukan dan Pembinaan Watak Seri III, ada seorang tokoh yang diberi predikat kurang baik, yaitu Dewi Gandari. Bahkan tokoh ini seringkali dianggap sebagai sumber konflik dari keluarga darah Bharata. Oleh karenasering dianggap sebagai sumber konflik, maka orang sangat jarang memberikan nama Gandari kepada anak cucunya. Padahal jika kita simak secara mendalam watak yang dimiliki oleh Dewi Gandari, misalnya adanya keinginan seorang ibu untuk mendapatkan keturunan, karena dengan adanya keturunan maka sejarah kehidupan manusia dapat ditelusuri. Sebenarnya, pada jaman yang sama, watak Dewi Madri juga tidak jauh berbeda dengan Dewi Gandari. Hal ini terlihat dari rasa irinya terhadap madunya (Dewi Kunti), karena tidak mampu melahirkan keturunan. Hanya saja Dewi Madri mempunyai nasib lebih baik, di mana semua emosi kewanitaannya dapat ditutupi oleh keberadaannya di pihak pandawa. Orang sangat menghargai bila seorang wanita yang sedang menjanda, lebih-lebih menjanda karena suaminya meninggal seperti yang dialami oleh Dewi Kunti.