ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN MAHABARATA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI I)

Pengarang: 

I MADE PURNA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

1.5(100-19

ARTI DAN MAKNA TOKOH PEWAYANGAN MAHABARATA DALAM PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN WATAK (SERI I)
Salah satu sarana yang paling menentukan untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan watak dan tokoh-tokohepos Mahabharata adalah dalang. Khusus dalam pembicaraan watak tokoh, seorang dalang sebenarnya juga merupakan seorang psikolog. Namun, seorang dalang juga harus mampu membaca psikologi manusia secara kedaerahan. Hal ini karena tidak semua daerah memberikan penilaianyang sama terhadap tokoh-tokoh dalam pewayangan, dan setiap penonton (manusia) tidak mengidolakan satu tokoh. Semuanya ini disertakan kepada para penonton, mau memilih tokoh yang mana sesuai dengan potensi pribadinya. Demikian pula dalam interpretasi kajian dari tulisan ini, seperti Drona, tidak saja sebagai tokoh yang dikatakan tukang adu domba, tetapi di daerah lain (dari segi jabatan) ia adalah seorang acarya. Bhisma kalah dalam perang Baratayudha bukan karena membela darma, melainkan karena mempertahankan moralitas sederhana.