ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL SUMENEP

Pengarang: 

SAMROTUL ILMI ABILADIYAH, SS

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

ART-722.4 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-9052-00-8

Jumlah Halaman: 
112

Di satu sisi masyarakat mempunyai sikap peduli terhadap sesama, namun disisi lain tersirat adanya sikap waspada. Sikap ini ditunjukkan adanya sistem satu pintu pada rumah tanean lanjang untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan yang terjadi, sehingga memudahkan pengawasan. Demikian pula ketaatan pada agama memberi nilai positif seperti tertuang dalam arsitektur rumah tanean lanjang yang disimbolkan dengan keberadaan sebuah tempat ibadah, langghar. Arsitektur tradisional kelompok rumah tanean lanjang di Desa Lenteng Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep merupakan peninggalan lama yang sampai kini masih ada. Dalam sejarah perkembangan arsitektur Indonesia, rumah tanean lanjang termasuk salah satu entri yang mengisinya. Jika melihat kondisi masa sekarang, rumah tanean lanjang sudah pernah mengalami perubahan, jika semula menggunakan kayu sebagai tiang kemudian berubah menggunakan pilar/batu. Ini merupakan gejala perubahan pola pikir, bahkan lebih jauh sudah ada yang mengubahnya karena dianggap kurang praktis.