ANGKOT & BUS MINANGKABAU  BUDAYA POP & NILAI-NILAI BUDAYA POP

Pengarang: 

DAVID REEVE

Penerbit: 

KOMUNITAS BAMBU

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

TEK - 388.4 (380-389)

ISSN/ISBN: 

978-602-9402-73-5

Jumlah Halaman: 
343

Di seluruh Indonesia terdapat beragam tradisi dalam menghiasi kendaraan menggunakan serangkaian kata pada truk, becak, bus, dan angkot dengan variasi yang berbeda-beda hiasannya dan tergantung dari mana asal mereka, misalnya di Kota Padang. Di Padang sebagian besar angkotnya dihiasi secara penuh baik dengan bahasa atau kata-kata maupun gambar. Mengapa angkot  dan bus memiliki hiasan yang banyak di Sumatera Barat? Menurut penulis itu berhubungan dengan terdapatnya dua tradisi di Sumatera Barat, satu moda transportasi yang paling banyak diberi hiasan dan dapat dilihat adalah bendi, sedang yang lainnya bahwa Minangkabau merupakan suatu masyarakat yang ditandai dengan nilai-nilai tinggi dalam penggunaan bahasa yang cerdik, sebagaimana tampak dari tradisi pantun dan peribahasa yang mereka miliki. Ini lebih ditujukan sebagai upaya menempatkan satu poin dalam industri transportasi publik di Sumatera Barat, dimana ada banyak pemilik usaha kecil dalam lingkungan yang benar-benar sangat kompetitif. Pada awal tahun 1990-an, para pemilik angkot berkompetisi dengan pasar dan mencoba-coba berbagai strategi yang berbeda-beda. Seorang pemilik angkot mencoba mengkombinasikan antara musik dengan bahasa/hiasan-hiasan gambar dan rupanya menghasilkan kombinasi yang amat bagus. Tidak lama kemudian strategi inipun ditiru, yakni menciptakan tradisi hiasan bus-bus dan angkot. Hal ini kemudian berkembang selama lebih dari seperempat abad terakhir hingga kini.