ALAT MUSIK BAKBENG ORGANOLOGI DAN PELUANG PEMANFAATANNYA

Pengarang: 

THERESIANA ANI LARASATI, MUDJIJONO

Penerbit: 

BPNB D.I. YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2021

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

RKE - 781.6 (780789)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-08-7

Jumlah Halaman: 
106

Bakbeng merupakan sebuah alat musik tradisional yang saat ini masih ada dan didukung oleh sekelompok kecil masyarakat Sampang Madura. Bakbeng merupakan instrument alat musik yang dapat dimainkan secara mandiri dan atau bersama dengan alat musik lainnya dalam format ansambel. Dalam perkembangannya, musik Bakbeng digunakan sebagai media dakwah Agama Islam, sehingga lirik lagu yang dinyanyikan banyak berbahasa Arab dan Madura, yang isinya tentang ajaran agama untuk kehidupan umat manusia. Alat musik ini terbuat dari potongan bambu pethung. Secara organologis, Bakbeng memiliki keunikan dibandungan dengan alat musik bambu sejenis, diantaranya karena adanya empat dawai dalam satu batang bambu, dan adanya membran penutup di salah satu ujung batang bambu yang disebut dengan keplak, serta fungsi utama lubang  pada badan alat musik dan adanya lecile yang berfungsi sebagai penghantar bunyi. Sumber bunyi pada alat musik Bakbeng berasal dari dawai yang biasa disebut leres perreng, dibuat dari bilahan kulit bambu yang sudah diangkat ke atas atau diganjal dengan kekencangan tertentu. Teknik memainkan alat musik ini yaitu dimainkan dengan cara diketuk-ketuk atau dipukul-pukul menggunakan sebuah stick atau tongkat pemukul yang berbahan bambu yang disebut dengan pamokolan dalam bahasa setempat.