AKTIVITAS EKONOMI ORANG-ORANG BUGIS DI KESULTANAN PONTIANAK PADA ABAD KE-19 HINGGA AKHIR MASA KOLONIAL

Pengarang: 

ANY RAHMAYANI, DANA LISTIANA, INA MIRAWATI

Penerbit: 

DIVA PRESS

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-391-689-4

Jumlah Halaman: 
107

Kedatangan orang Bugis di Kesultanan Pontianak tidak dapat terlepas dari jaringan politik dan ekonomi para bangsawan Bugis dengan penguasa kerajaan di pesisir barat Borneo lainnya terutama Kerajaan Sukadana dan Kesultanan Sambas. Dari beberapa fase migrasi orang Bugis di Borneo bagian barat nampaknya periode migras pada pertengahan abad ke-19 adalah yang paling berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi baik dalam hal perdagangan, pertanian, maupun perkebunan. Pada paruh kedua abad ke-19, keberadaan migran Bugis di Pontianak tidak dapat dipungkiri terkait dengan usaha perkebunan kelapa yang dirintis oleh pihak Kesultanan Pontianak dan diikuti oleh elit keturunan Arab dan Melayu. Dan di awal abad ke-20 merupakan kelanjutan dari aktivitas ekonomi yang telah dimulai komunitas Bugis di abad ke-19. Gelombang kedatangan perantau Bugis pada abad ini lebih merupakan respon terhadap permintaan produk tanaman niaga, khususnya kelapa dan karet di kemudian hari, yang secara intensif dikelola oleh sebagian besar komunitas Bugis Pontianak. Pada periode ini mereka tidak saja datang menggunakan kapal Bugis namun juga menggunakan kapal dari KPM yang mulai beroperasi di awal abad ke-20. Begitupun dengan sistem kontrak kerja yang diterapkan oleh perusahaan perkebunan. Selanjutnya terlihat bahwa sebagian besar orang Bugis lebih memilih menekuni sektor perkebunan dibanding dengan sektor pengulahan produk kebun. Sektoor yang disebut terakhir ditangkap oleh orang-orang cina.