AKSESIBILITAS TENURIAL DAN TRADISI PENGELOLAAN LAHAN SAWAH DATARAN TINGGI DI KRAYAN

Pengarang: 

MOCH ANDRI WP DAN TUTUP KUNCORO

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Utara
Rak: 

PDT-631.51 (630-639)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-085-1

Jumlah Halaman: 
62

Sawah menjadi satu-satunya objek hak perorangan dalam sistem tenurial masyarakat yang paling konkrit, dan lebih mencirikan adanya tradisi-tradisi pengolahan lahan, daripada tradisi pemanfaatannya di masyarakat. Lahan-lahan sawah di Krayan ini memang unik dan merepresentasikan sedikit dari jenis lahan-lahan sawah dataran tinggi di Kalimantan, serta relatif berbeda dengan sawah-sawah pada umumnya. Setiap tahapan pengolahan lahan-lahan sawah di Krayan hingga saat ini masih tetap dilakukan secara sederhana, menggunakan alat-alat tradisional yang sederhana, dan dominan dilakukan oleh para kaum perempuan. Sekalipun kaum laki-laki ada juga yang masih turut terlibat dalam beberapa aktivitasnya, namun tidak dalam setiap tahapannya secara penuh. Dominan kaum perempuan ini memang menggambarkan adanya tradisi pembagian tugas dan antara laki-laki dan perempuan pada masyarakat Krayan sejak dahulu. Pola pengolahan lahan dengan alatnya yang masih sederhana ini barang kali yang membuat faktor mengapa lahan persawahan di Krayan relatif tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Selain oleh karena persoalan utamanya yang terkait dengan kewilayahannya.