AKPALUMBA JARANG RI BUTTA TURATEA DALAM DIMENSI SEJARAH, ATURAN ADAT, NILAI BUDAYA DAN PERSEPSI MASYARAKAT

Pengarang: 

SAHAJUDDIN, ABDUL HAFID, HAJJAH RAODAH, NUR ALAM SALEH

Penerbit: 

PUSTAKA REFLEKSI

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

PRA - 793.4 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-5887-08-6

Jumlah Halaman: 
156

Akpalumba Jarang di Jeneponto merupakan bagian dari tradisi bertarung dalam artikel luas. Jika ditelusuri sejarah awal  keberadaannya, akpalumba jarang berawal dari pertarungan menangkap rusa, dan itu dilakukan oleh banyak kerajaan-kerajaan lokal di Sulawesi Selatan. Kemenangan dalam perlombaan menangkap rusa bukan hanya ditentukan oleh pangerannya atau perwakilan kerajaannya yang ikut berlomba tetapi juga sangat ditentukan oleh peran kudanya. Akpalumba jarang usianya sudah sangat tua arena lahir pada masa kerajaan dan berlangsung secara turun temurun sampai masa kini di Jeneponto. Ini tidak berdiri sendiritetapi melibatkan banyak pihak dan unsur-unsur lainnya sebagai bagian dari tradisi. Di dalam buku ini diawali dengan sejarah perkembangan dan persebaran kuda di dunia sampai ke Indonesia pada umumnya dan Jeneponto pada khususnya. Kemudian menjelaskan tentang kuda pacu di dunia dan persebarannya sampai ke Indonesia untuk mengetahui adanya perbedaan antara kuda pacu dengan domestikasi maupun breeding up lainnya. Aturan adat yang dimaksud dalam akpalumba jarang adalah aturan yang tidak tertulis dan berlangsung dalam kurung waktu yang cukup lama serta lintas generasi yang menyebabkan aturan itu tergerus. Namun yang menarik dari akpalumba jarang di Jeneponto adalah dimensi nilai-nilai budayanya karena tidak mengalami gerusan zaman, bahkan nilai-nilai itu tetap melekat dalam keabadian tradisi.