ADAT ISTIADAT DAN UPACARA PERKAWINAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN

Pengarang: 

M. IDWAR SALEH, FUDIAT SURYADIKARA, ALEX A. KOROH, SJARIFUDDIN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

UUA - 392.5 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
141

Salah satu karakteristik adat istiadat yang mau diungkapkan di sini ialah Adat dan Upacara Perkawinan di daerah Kalimantan Selatanyang mencakup tiga bentuk perkawinan dari tiga suku bangsa yang berdiam di daerah ini yaitu : 1 Adat dan Upacara Perkawinan Suku Banjar 2 Adat dan Upacara Perkawinan Suku Bukit Labuhan 3 Adat dan Upacara Perkawinan Suku Dayak Warukin. Pemilihan bentuk perkawinan pertama didasarkan pada pola perkawinan secara Islam yang disesuaikan dengan adat. Boleh dikatakan bahwa bentuk inilah yang dominan dan dikenal sebagai Adat Perkawinan Banjar. Secara geografis terdiri dari Banjar Kuala dan Banjar Hulu Sungai. Banjar Kuala banyak dipengaruhi oleh kebudayaan kraton yang berpusat di Martapura, sebaliknya kebudayaan Hulu Sungai lebih menampakkan sifat kerakyatannya. Pemilihan bentuk ke-2 dan ke-3 adalah suku-suku bangsa di daerah ini yang banyak hal memiliki kekhususannya, antara lain karena faktor perbedaan agama, bahasa dan adat perkawinan. Kedua suku tersebut masih beragama Kaharingan atau Balian, Suku Bukit labuhan berbahasa Banjar Arkhais dan Suku Dayak Warukin berbahasa Maanyan.