ADAT DAN UPACARA PERKAWINAN DAERAH SUMATERA BARAT

Pengarang: 

AZAMI, BUCHARI NURDIN, ABIZAR ALWIR DARWIS, BUSTAMI, ATARMIZI, SYAFNIR AN, FARIDA WELLY, SYOFYAN NAIM

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

UUA - 392.5 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
147

Pelaksanaan perkawinan daerah Sumatera Barat ditandai dengan adanya nikah yang diiringi dengan baralek (pesta). Aqad nikah dapat dilakukan di rumah/balai adat anak dara atau dimesjid pada saat berlangsungnya pesta kawin atau sebelumnya. Biasanya upacara pesta perkawinan dilakukan sesudah musim menyambit padi (panen). Di Toboh Pariaman orang sering kawin pada hari kamis, karena hari ini dianggap baik untuk semua pekerjaan baik. Lamanya upacara perkawinan berlangsung bermacam-macam, ada yang siap dalam satu hari, tiga hari atau lebih, tapi itu tergantung dari besarnya upacara. Ada beberapa urutan upacara perkawinan menengah yang sering dilakukan yaitu upacara babako, malam bainai dan batagak gala, bakatam kaji. Nikah dan baralek merupakan acara pokok dari upacraa perkawinan. Upacara ini berpuncak pada manjapuik marapulai dan mengantar anak dara menjelang mertua. Dengan selesainya acara tersebut, masih ada acara yang harus dituruti diantaranya pulang malam, manjalang, makan bali dan lain-lain.