ADAT BUDAYA TOLAK BALA’ ROBO’ – ROBO’

Pengarang: 

H.M. ZAINI

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

TDK - 394.2 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
34

Upacara ritual tradisi tolak bala’ robo’-robo’ tidak hanya dilaksanakan di Mempawah Hilir tetapi juga dilaksanakan daerah lain seperti Siantan, Segedong, Sungai Pinyuh yang mana daerah tersebut pada zaman silam masuk dalam wilayah Kabupaten Mempawah. Tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia seperti Sulawesi, Sumatera, Jawa, Ternate, Ambon, dan hanya saja acara ritual tersebut dikenal dengan istilah Rebo Wekasan atau Rebu Pongkasan. Diadakan kearipan lokal ritual tradisi ini di Mempawah agar terhindar dari bala’ atau malapetaka yang akan terjadi, maka ritual tradisi ini yang berasal dari tradisi agama dan oleh masyarakat Melayu di identikkan dengan agama Islam. Disamping ritual tradisi tolak bala’ robo’-robo’, masih ada lagi agama yang yang dominan diadatkan yaitu adat budaya perkawinan Melayu Mempawah yang semakin berkembang dengan baik. Apabila ada keinginan masyarakat untuk mengembalikan kearifan lokal tradisi ritual tolak bala’ robo’-robo’, adat perkawinan budaya Melayu Mempawah dan hari jadi Kota Mempawah dimulai sejak ziarah 100 hari wafatnya Opu Daeng Manambon. Robo’-robo’, perkawinan adat budaya Melayu Mempawah dan diakhiri dengan memperingati hari jadi Kota Mempawah dengan kalender Tahun Hijriah.