Katalog Buku Sumatera Utara

Menampilkan 1 - 16 dari 111
  • KILASAN SEJARAH DAN ARKEOLOGI BEBERAPA GEDUNG GEREJA DI SUMATERA UTARA

    Sejarah pengkristenan di Sumatera Utara dalam hubungannya dengan kontak budaya, diketahui bahwa misionaris merupakan penyebar terkemuka budaya asing dan zending adalah lembaga penyelenggara pendidikan.

  • CERITA RAKYAT ALAS

    Dan Cerita rakyat selain merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat, juga berfungsi sebagai sarana penyampaikan nilai budaya itu.

  • KESENIAN MELAYU "SINANDONG ASAHAN"

    Masyarakat Melayu identik dengan Islam, jadi segala sesuatunya akan berdasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam. Begitu juga halnya dengan adat dan budaya, termasuk di dalamya kesenian masyarakat Melayu.

  • TORTOR SOMBAH (TARIAN DARI TANAH SIMALUNGUN)

    Tortor telah menjadi identitas diri masyarakat Simalungun, dan akan selalu hadir dalam setiap ritual untuk mengiringi upacara.

  • DALIHAN NA TOLU PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DI KOTA MEDAN

    Dalihan Na Tolu sebagai tungku kehidupan masyarakat Batak Toba berperan untuk menempatkan posisi setiap individu dalam 3 tungku untuk menopang tatanan hidup kekerabatan masyarakat Batak.

  • BERITA PENELITIAN ARKEOLOGI NO.31

    Pada  Berita Penelitian Arkeologi No. 31 mengangkat judul Sumber-Sumber Tertulis Beraksara Angkola-Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

  • BERKALA ARKEOLOGI SANGKHAKALA VOL. 20 NO. 2 NOVEMBER 2017

    Berkala Arkeologi Sangkhakala terdiri dari dua kata yaitu Sangkha dan Kala. Sangkha adalah sebutan dalam bahasa Sansekerta untuk jenis kerang atau siput laut. Dalam mitologi Hindu Sangkha digunakan sebagai atribut dewa dalam sekte Siwa dan Wisnu.

  • BERKALA ARKEOLOGI SANGKHAKALA VOL. 20 NO. 1 MEI 2017

    Berkala Arkeologi Sangkhakala terdiri dari dua kata yaitu Sangkha dan Kala. Sangkha adalah sebutan dalam bahasa Sansekerta untuk jenis kerang atau siput laut. Dalam mitologi Hindu Sangkha digunakan sebagai atribut dewa dalam sekte Siwa dan Wisnu.

  • ARSITEKTUR TRADISIONAL DAERAH SUMATERA UTARA

    Buku Arsitektur Tradisional Sumatera Utara memuat uraian tentang jenis bangunan yang ada di daerah Sumatera Utara, baik itu bangunan rumah tempat tinggal, rumah ibadah, rumah tempat musyawarah dan rumah tempat untuk menyimpan.

  • ISTANA MAIMOON SUMATERA UTARA

    Pada zaman dulu, Istana Maimoon merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Deli. Semenjak Kesultanan Deli mengakui kedaulatan RI yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan, Sultan Deli tidak lagi berkuasa.

  • PERANAN WANITA DALAM REVOLUSI KEMERDEKAAN DI SUMATERA UTARA 1945-1949

    Sebelum serbuan militer Belanda tahun 1947 kesegenap basis-basis militer republik di Medan Area, banyak wanita yang masuk mengikuti pelatihan militer yang diadakan oleh TKR dan Lasykar Rakyat.

  • ENSAMBEL MUSIK GONDRANG SIMALUNGUN

    Ensambel musik gondrang yang terdiri dari alat tabuh, seperangkat gong, mongmongan, dan sarunei balon merupakan bagian dari alat musik yang dimiliki oleh masyarakat Simalungun hingga kini. Alunan musik gonrang menjadi perekat sosial kehidupan mereka.

  • TOR-TOR DALAM MASYARAKAT MANDAILING

    Tor-Tor menurut aslinya bukanlah tarian, tetapi sebagai pelengkap gondang (uning-uningan) berdasarkan kepada falsafah adat itu sendiri. Di dalam upacara-upacara adat di Mandailing dimana uning-uningan dibunyikan (margondang), selalu dilengkapi dengan acara monortor.

  • BERKALA ARKEOLOGI SANGKHAKALA VOL. 19 NO. 1 MEI 2016

    Sangkhakala Berkala Arkeologi volume XIX Nomor 1 Tahun 2016 terbit dengan lima tulisan hasil penelitian.

  • BERITA PENELITIAN ARKEOLOGI 30 MENYUSURI JEJAK PERADABAN MASA LALU PULAU SAMOSIR 

    Samosir sebagai satu kesatuan geografis yang dikelilingi oleh Danau Toba memiliki kekhasan tersendiri dalam tinggalan arkeologis. Menilik kepada budaya aktual, Samosir ternyata tidak hanya menarik dari sisi budaya masa lampaunya.

  • EMALI TRADISI BERBURU KEPALA DI NIAS SELATAN

    Di Pulau Nias khususnya Nias bagian selatan, tradisi berburu kepala disebut dengan istilah mangai hogo atau Moi ba dano. Berburu kepala dilakukan oleh kaum laki-laki yang bisanya merupakan prajurit pilihan dan dianggap telah memenuhi standar kelayakan.