Katalog Buku Nusa Tenggara Timur

Menampilkan 1 - 16 dari 42

TITIK TEMU : BENCANA KEBAKARAN DAN RESPONS KEMANUSIAAN  CATATAN PERJALANAN TIM REKAM PROSES REVITALISASI KAMPUNG ADAT GURUSINA KABUPATEN NGADA, NUSA TENGGARA TIMUR

Rumah atau sa’o dalam perspektif orang Ngadha di Kampung Gurusina bukan sekedar tempat berlindung. Konsepsi rumah bagi mereka terkait langsung dengan susunan rumah lain dalam sebuah kampung yang bernama nua.

RUMAH TRADISIONAL DAN EKSPRESI KEBUDAYAAN ETNOGRAFI RUMAH LIO DI NGGELA, FLORES TENGAH

Bagi masyarakat Indonesia Timur khususnya rumah tradisional tidak hanya berfungsi sebagai tempat kediaman, termasuk pula bagi komunitas adat Nggela, Ende, Nusa Tenggara Timur, dimana rumah tradisional merupakan unit magis-spiritual dan unit sosial.

INVENTARISASI PERLINDUNGAN KARYA BUDAYA KULINER SE’I DI KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Pengasapan adalah salah satu teknologi yang telah dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mempertahankan kualitas daging sapi.

ETNOGRAFI SUKU TETUN DI DAERAH PERBATASAN KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Suku Tetun merupakan suku terbesar dari banyaknya suku yang terdapat di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

TARI JA’I DI KABUPATEN NGADA NUSA TENGGARA TIMUR

Tari Ja’i merupakan sebuah tarian yang mencerminkan kebersamaan di antara anggota masyarakat Ngada. Tarian ini dibawakan    dengan formasi yang berbentuk setengah lingkaran dan penarinya saling berhadapan.

SEJARAH KOTA KALABAHI KABUPATEN ALOR PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Alor menjadi salah satu perhatian berbagai bangsa penjajah karena memiliki berbagai potensi. Sejak tahun 1512 pedagang Portugis telah melakukan pelayaran mengelilingi Kepulauan Alor, untuk berdagang.

SENI PERTUNJUKAN TEBE DI KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Pada jaman dahulu Tebe berfungsi sebagai sarana para pria lajang untuk mencari jodoh lewat alunan-alunan pantun, dan dibalas juga dengan pantun oleh pihak perempuannya serta bisa dilaksanakan semalam suntuk.

PENGKAJIAN KESENIAN TARIAN KATAGA DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satu wujud kekayaan budaya tersebut adalah seni tari.  Salah satu kekayaan budaya seni tari yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Tari Kataga.

SEJARAH BARU TARUNG

Buku Sejarah Baru Tarung secara implisit ingin menggambarkan bagaimana rumah adat dan adat rumah masyarakat Sumba secara kontemporer.

BUGIS DAN BAJO DI LABUHAN BAJO MANGGARAI BARAT PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA

Suku Bugis dan Bajo merupakan suku laut dan orang laut yang sangat luar biasa, mereka mampu mengarungi lautan Nusantara bahkan sampai ke luar negeri.

PEMBERDAYAAN ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN UIS NENO MA UIS PAH DI DESA BOTI KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Wujud kepercayaan yang berkembang pada masyarakat suku Boti adalah berwujud kepercayaan yang disebut Halaika, mereka percaya kepada dua penguasa alam yaitu Uis Neno Ma Uis Pah (Dewa Langit dan Dewa Bumi).

REO SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DI FLORES BARAT

Opini umum mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yaitu kumpulan pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut.

KESENIAN CACI NUSA TENGGARA TIMUR

Caci merupakan kesenian tradisional masyarakat Manggarai. Secara harfiah, caci berarti satu lawan satu, saling memukul dan menangkis. Permainan ini dilakukan oleh dua kubu. Kubu bukan dimaknai sebagai lawan, melainkan teman bertanding.

KAJIAN SEJARAH SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR WAINGAPU KABUPATEN SUMBA TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Masyarakat Sumba Timur bersifat heterogen, baik dari segi mata pencaharian, suku bangsa maupun agamanya.

KEARIFAN LOKAL SUKU HELONG DI PULAU SEMAU KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

KEARIFAN LOKAL SUKU HELONG DI PULAU SEMAU KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

 

PENTI WEKI PESO BEO RECA RANGGA WALIN TAHUN KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR

Upacara penti merupakan upacara yang pada prinsipnya bertujuan untuk memohon keselamatan atau syukuran kepada Mori Jari Dedek (Tuhan Pencipta) dan kepada arwah nenek moyang atas semua hasil jerih payah yang telah diperoleh dan dinikmati sebagai tanda celun