Katalog Buku Daerah Istimewa Yogyakarta

Menampilkan 49 - 64 dari 274
  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL III NO 6 DESEMBER 2008

    Tulisan Darto Harnoko dan Yustina Hastrini Nurwanti, menjabarkan konsep otonomi daerah secara umum serta bagaimana implementasi dalam pemerintahan desa, yang direalisasikan dalam pilkades. Tulisan Y.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL III NO 5 JUNI 2008

    Jantra Vol III No 5 memuat artikel tentang sejarah dan budaya. Tulisan sumintarsih, Sukari, Ernawati Purwaningsih dan Taryati mengulas tentang kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh warga masyarakat pesisir.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL II NO 3 JUNI 2007 

    Jantra Vol II No 3 memuat 13 artikel tentang sejarah dan budaya, dengan tema simbol, makna dan seni tradisi. Simbol dan makna tentang lingkungan hidup dapat ditemukan antara lain tulisan Ernawati, Isyanti, Sumintarsih, maupun Isni Herawati.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL II NO 4 DESEMBER 2007

    Jantra Vol II No 4 memuat 12 artikel tentang sejarah dan budaya, bertemakan tentang Seni Pertunjukkan dan Pariwisata.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL IV NO 8 DESEMBER 2009

    Jantra Vol IV No 8 memuat delapan artikel tentang sejarah dan budaya.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL 10 NO 1 JUNI 2015

    Jantra Vol 10 No 1 memuat delapan artikel tentang sejarah dan budaya.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL 10 NO 2 DESEMBER 2015

    Jantra Vol 10 No 2 memuat sepuluh artikel tentang sejarah dan budaya.

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL 8 NO 1 JUNI 2013

    Jantra Vol 8 No 1berisi sepuluh artikel tentang sejarah dan budaya. Adapun ke sepuluh artikel ini masing-masing yaitu :
    "Nilai Budi Pekerti dalam Pementasan Seni Tradisional Dames," yang ditulis oleh Arifin Suryo Nugroho yang menguraikan tentang kesenian atau Tari

  • JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL 8 NO 2 DESEMBER 2013

    Jantra Vol 8 No 2 memuat 8 artikel sejarah dan budaya, yaitu Upacara Adat Nyanggring Sebagai Wahana Ketahanan Budaya yang ditulis oleh Siti Munawaroh, yang menguraikan tentang adat Nyanggring di Desa Tlemang Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 17 NO 1

    Patrawidya Vol 17 No 1 memuat tujuh artikel tentang sejarah dan budaya. Farabi Fakih menulis tentang ide-ide ekonomi PKI dan perbandingannya dengan ide ekonomi yang dimiliki oleh 'kelas manajerial' Indonesia yang muncul pada akhir tahun1950an dan awal 1960an.

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 3

    Patrawidya Vol 16 No 3 memuat tujuh artikel yang terangkum dalam kajian tentang sejarah dan budaya. Damardjati Kun Marjanto yang mengupas tradisi sasi ikan lompa di haruku Maluku Tengah.

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 2

    Patrawidya Vol 16 No 2 hadir dengan tujuh artikel yang terangkum dalam kajian tentang sejarah dan budaya. Abdul Wahid menulis tentang The Bloody Sunday of Batavia : Re-examining The Chinese Massacre of 1740.

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 1

    Patrawidya Vol 16 No 1 menghadirkan delapan artikel sejarah dan budaya. Dua artikel membahas tentang bertemunya penduduk lokal dengan pendatang .

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 14 NO 3

    Patrawidya Vol 14 No 3 berisi sembilan artikel, empat tulisan tentang sejarah dan lima tulisan tentang budaya. Sri Margana mengawali tulisan yang membahas tentang bukti-bukti historis Kerajaan Blambangan pada masa pemerintahan Tawang Alun (1655-1691).

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 14 NO 2

         Patrawidya Vol 14 No 2 memuat delapan artikel tentang sejarah dan budaya. pada edisi ini diisi oleh penulis undangan Harto Juwono yang membahas tentang pengambilalihan hak atas hutan di Vorstenlanden oleh pemerintah Inggris tahun 1812.

  • PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 14 NO 1

           Edisi tahun 2013 ini Patrawidya menghadirkan delapan artikel tentang sejarah dan budaya. Pada edisi ini diisi oleh penulis undangan Su Ritohardoyo yang menganalisis tentang keberlanjutan permukiman dan strategi penghidupan masyarakat korban letusan gunung api Merapi.