Katalog Buku Sulawesi Selatan

Menampilkan 97 - 112 dari 137

BANGUNAN SOSIAL TONGKONAN (Sebuah Kajian Terhadap Organisasi Sosial Tradisional di Tana Toraja)

Orang Toraja hingga saat ini masih memelihara bangunan rumah adat Tongkonan mereka, karena rumah tersebut merupakan warisan nenek moyang.

TATA KELAKUAN DI LINGKUNGAN PERGAULAN KELUARGA DAN MASYARAKAT MAKASAR

TATA KELAKUAN DI LINGKUNGAN PERGAULAN KELUARGA DAN MASYARAKAT MAKASAR

PERUBAHAN NILAI UPACARA TRADISIONAL PADA MASYARAKAT MAKASAR DI SULAWESI SELATAN

Masyarakat Macasar di Kecamatan Somba Opu masih percaya bahwa kekuatan roh leluhur mereka dapat memelihara dan memberi perlindungan terhadap kehidupannya dari bentuk gangguan yang bersumber dari alam lingkungannya.

NY. ANDI NURHANI SAPADA KARYA DAN PENGABDIANNYA

Dengan keahliannya Ny. Andi Nurhani Sapada berhasil mengembangkan kesenian daerah Sulawesi Selatan yang berarti ikut memperkaya khazanah kesenian nasional. Ia memperkenalkan seni budaya Sulawesi Selatan bukan hanya terkenal di Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Ny.

SYEKH YUSUF MAKASAR (RIWAYAT HIDUP, KARYA DAN AJARANNYA)

Syekh Yusuf Makasar adalah seorang ahli agama dan tasawuf yang ulung. Syekh Yusuf mahir mempergunakan bahasa Arab terbukti dalam karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa tersebut. Syekh juga merupakan seorang pahlawan tanah air.

BIOGRAFI PAHLAWAN HAJI ANDI SULTAN DAENG RAJA KARAENG GANTARANG BULUKUMBA

Penentangan kehadiran Belanda di Sulawesi Selatan menimbulkan peristiwa yang melahirkan tokoh-tokoh pejuang yang tidak kenal meyerah, diantaranya Haji Andi Sultan Daeng Raja.

BIOGRAFI PAHLAWAN RANGGONG DG. ROMO PANGLIMA LAPRIS SEBUAH BIOGRAFI PERJUANGAN DI SULAWESI SELATAN

Ranggong Dg. Romo adalah sosok pejuang yang mengutamakan kepentingan dan kemerdekaan rakyat dan bangsanya, telah dibuktikan dengan perjuangan-perjuangan semasa hidupnya.

BIOGRAFI PAHLAWAN HAJJAH ANDI NINNONG RANRENG TUA WAJO

Andi Ninnong adalah seorang putri bangsawan dari daerah Wajo, Sulawesi Selatan. Ia memimpin suatu gerakan perlawanan yang diberi nama Penegak Republik Indonesia Wajo ( PRYW ) pada awal Oktober 1945.

BIOGRAFI PAHLAWAN PAJONGA DAENG NGALLE KARAENG POLOMBANGKENG

Latar belakang budaya ”siri dan pacce” yang masih berakar di daerah Sulawesi Selatan merupakan faktor pendorong para pemimpin pergerakan dan raja-raja pro Republik termasuk Pajonga Daeng Ngalle Karaeng Polombangkeng untuk tampil kedepan membela dan mempertahankan kemerdekaan di

NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA SPIRITUAL MASYARAKAT TOANI TOLOTANG DI AMPARITA KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

Kepercayaan Tolotang adalah salah satu kepercayaan asli Sulawesi Selatan yang penganutnya berlokasi di Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang.

PEMANTAPAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA INDONESIA MELALUI KEBIJAKSANAAN DEREGULASI DAN DEBIROKRATISASI

Dengan pengaturan tentang maksud dan lingkup deregulasi dan debirokratisasi itu hendaknya dipikirkan pula kemungkinan penerapannya dengan pengaturan yang jelas pula pada bidang-bidang lain di luar bidang ekonomi yang selama ini sudah diambil Pemerintah umpamanya di bidang pend

KAJIAN NILAI BUDAYA NASKAH KUNA MAPALINA SAWERIGADING RI SALIWENG LANGI

Naskah kuna mapalina Sawerigading ri saliweng langi merupakan satu di antara seri dari Lontarak Galigo.

UPACARA TRADISIONAL (UPACARA KEMATIAN) DAERAH SULAWESI SELATAN

Masyarakat Toraja memberikan istilah upacara ini sebagai "Upacara Pemakaman," oleh karena seseorang yang meninggal tidak langsung diantar ke kuburan, adakalanya disimpan sampai setahun atau lebih, menunggu kesiapan anggota keluarga untuk menyelenggarakan suatu upacara yang mene

DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KEHIDUPAN BUDAYA DAERAH SULAWESI SELATAN

DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KEHIDUPAN BUDAYA DAERAH SULAWESI SELATAN

INTEGRASI NASIONAL DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKU BANGSA DAN SISTEM NILAI BUDAYA NASIONAL

INTEGRASI NASIONAL DALAM HUBUNGAN ANTAR SUKU BANGSA DAN SISTEM NILAI BUDAYA NASIONAL

DAMPAK GLOBALISASI INFORMASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA DI SULAWESI SELATAN

Dampak globalisasi informasi dan komunikasi banyak memberi manfaat (positif) bagi perkembangan atau kemajuan kehidupan masyarakat di pedesaan khususnya di kalangan warga masyarakat desa Bontosunggu.