Katalog Buku Sulawesi Selatan

Menampilkan 1 - 16 dari 131
  • KONFLIK DAN PERUBAHAN SOSIAL KAJIAN SEJARAH PERLAWANAN TIGA KERAJAAN TERHADAP PEMERINTAH HINDIA BELANDA DI SULAWESI SELATAN ABAD XIX

    Konflik antara pemerintah Hindia Belanda dengan ketiga kerajaan di Sulawesi Selatan pada paruh pertama abad ke-19, terjadi karena penolakan Kerajaan Bone, Suppa, dan Tanete atas kembalinya dan usaha pemerintah Hindia Belanda dalam memulihkan kembali kedudukan kekuas

  • SOPPENG DARI TOMANURUNG HINGGA PENJAJAHAN BELANDA

    Kerajaan Soppeng merupakan salah satu kerajaan yang diperhitungkan dalam percaturan politik di masa periode kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.

  • GERAK TARI DALAM TINJAUAN SEJARAH

    Buku ini menampilkan tiga jenis tari tradisional yang selama ini tidak dikenal banyak orang dan berasal dari daerah yang berbeda.

  • DUNIA MARITIM INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

    Secara geografis luas wilayah Indonesia, dengan jalur laut dua belas mil, adalah lima juta km2 yang terdiri atas enampuluh dua persen adalah laut dan tigapuluh delapan persen adalah darat. Jelas laut merupakan unsur utama, kemudian darat, yang membentuk wilayahnya.

  • DUNIA MARITIM INDONESIA DALAM PERSPEKTIF BUDAYA

    Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan  merupakan salah satu lembaga pemerintah yang bertugas melakukan penelitian dengan menitik beratkan pada kajian budaya maupun sejarah.

  • NUANSA KEHIDUPAN NELAYAN DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO

    Buku yang berjudul Nuansa Kehidupan Nelayan Danau Tempe Kabupaten Wajo ini merupakan bunga rampai yang merupakan kumpulan tulisan tentang berbagai sudut pandang kehidupan masyarakat nelayan di Danau Tempe Kab. Wajo.

  • PENATAAN MANDAR MASA KOLONIAL BELANDA 1905-1942

    Latar kesejarahan yang mendasari penyebutan dalam penataan pemerintahan kolonial Belanda di daerah Mandar. Peristiwa itu terjadi setelah kerajaan-kerajaan di kawasan Mandar dipaksa menandatangani pernyataan pendek.

  • ISLAMISASI DI SINJAI 

    Pada masa lalu, daerah yang kini menjadi Kabupaten Sinjai terdapat beberapa kerajaan yang cukup berpengaruh, khususnya kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam Federasi Tellu Limpoe (Kerajaan Tondong, Bulo-Bulo dan Lamatti).

  • MUHDI AKBAR

    Sejak Muhdi Akbar dibubarkan pada tahun 1966 (berdiri sejak 1912 di Selayar), sebab keputusan pemerintah yang menganggap sebagai aliran sesat, para pengikut komunitas ini masih tetap bertahan, khususnya di Kampung Binanga Benteng.

  • ANTARA BEKERJA DAN SEKOLAH KASUS ANAK-ANAK DI TPI PAOTERE MAKASSAR

    Pekerja anak di tempat pelelangan ikan paotere berasal dari berbagai jenis latar belakang keluarga. Tetapi umumnya dari keluarga yang tidak mampu, sehingga upah kerja mereka digunakan untuk  membantu kebutuhan keluarganya.

  • DINAMIKA PAKAIAN ADAT MANDAR

    Suku Mandar merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Sulawesi dan cukup dikenal dengan hasil tenunannya berupa sarung Mandar yang merupakan bagian dari pakaian adat Mandar.

  • BUDAYA SPIRITUAL MAKAM DATUK SULAEMAN DI KABUPATEN LUWU UTARA

    Buku Budaya Spiritual Makam Datuk Sulaeman di Kabupaten Luwu Utara ini, selain membahas mengenai sejarah singkat Datuk Sulaeman dan makamnya, juga memaparkan bagaimana persepsi masyarakat sekitar terhadap Makam Datuk Sulaeman.

  • EMPAT PERISTIWA SEJARAH PENTING DI SULAWESI SELATAN

    Tulisan ini diberi judul empat peristiwa sejarah penting di Sulawesi Selatan.

  • JURNAL PANGADERENG VOL.3 NO.2, DESEMBER 2017

    Jurnal Pangadereng merupakan jurnal yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi sosial dan budaya. Jurnal ini memuat hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti/calon peneliti, akademisi, mahasiswa dan pemerhati yang berkaitan dengan ilmu sosial dan humaniora.

  • WALASUJI, JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL. 8 NO. 2, DESEMBER 2017

    Jurnal Walasuji edisi kedelapan Volume 8 Nomor 2, Desember 2017 ini, memuat 15 (lima belas) tulisan dengan substansi sejarah dan budaya. Adapun 15 (lima belas) tulisan tersebut, meliputi :

  • ARSITEKTUR TRADISIONAL MASYARAKAT ADAT KAJANG

    Arsitektur tradisional masyarakat adat Kajang terdiri atas dua bentuk bangunan, yaitu bangunan tempat tinggal yang disebut bola dan bangunan tempat pertemuan yang disebut bola pabboroang ada’.  Keduanya memiliki bentuk yang sama, yaitu berbentuk panggung.