Katalog Buku Sulawesi Selatan

Menampilkan 1 - 16 dari 144

PANGADERENG, JURNAL HASIL PENELITIAN ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA  VOLUME 7 NOMOR 1, JUNI  2021

Pangadereng Volume 7 Nomor 1 Juni 2021 memuat 8 (delapan) tulisan dengan subtansi Ilmu Sosial dan Humaniora.

WALASUJI (JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA) VOLUME 12 NOMOR 1, JUNI 2021

Jurnal walasuji volume 12 Nomor 1, Juni 2021, memuat dua belas artikel dengan substansi sejarah dan budaya.

MEMAKNAI SERE PADENDANG PADA MASYARAKAT SOPPENG DI MASA KINI

Sere Padendang pada dasarnya merupakan sebuah ritual penyembahan kepada roh-roh leluhur dan dewa yang dianggap sebagai penguasa dan mampu mempengaruhi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat Soppeng, baik pada masa dahulu maupun masa sekarang.

KEBERLANJUTAN EKOSISTEM BUDAYA PERAHU PINISI DI BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN

Sebagai karya budaya yang meonumental tentu didalamnya tersirat beragam unsur kesejarahan, termasuk unsur kebudayaan, seperti didalamnya tulisan ini membahaskan tentang sejarah yang melatari keberadaannya, lalu kemudian juga memuat fungsi, lalu digambarkan kelompok

POLA PENGASUHAN ANAK DI MUNA MEMBENTUK KARAKTER BERBASIS BUDAYA

Sejak anak-anak mereka masih usia dini peran orang tua dalam mengasuh dan mendidik selalu mengajarkan tentang norma-norma, nilai-nilai dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, seperti hormat dan patuh kepada orang tua, rajin bekerja dan membantu orang tua, d

SEJARAH SULAWESI SELATAN INTEGRASI KERAJAAN KE NKRI

Periode perjuangan yang panjang itu, bukan hanya telah melahirkan beberapa tokoh pejuang, melainkan juga telah menelan korban yang tidak ternilai harganya, baik dalam bentuk harga benda maupun jiwa manusia.

RITAL MALLANGI ARAJANG TRADISI PATTAUNGENG DI GOARIE

Upacara ritual Mallangi Arajang di Goarie merupakan salah satu wujud kekayaan budaya Indonesia. Ritual Mallangi Arajang diselenggarakan oleh rumpun Datu Mario, Arung Libureng, dan masyarakat desa Goarie pada bulan Muharram sesuai dengan kalender Islam.

AKPALUMBA JARANG RI BUTTA TURATEA DALAM DIMENSI SEJARAH, ATURAN ADAT, NILAI BUDAYA DAN PERSEPSI MASYARAKAT

Akpalumba Jarang di Jeneponto merupakan bagian dari tradisi bertarung dalam artikel luas.

SEJARAH ENREKANG DARI TOMANURUNG HINGGA TERBENTUKNYA KABUPATEN

Didalam buku yang berjudul Sejarah Enrekang Dari Tomanurung Hingga Terbentuknya Kabupaten ini terdiri dari 3 (tiga) kajian, yang meliputi :  (Pertama) Sejarah Enrekang :  Masa Tomanurung Hingga Masuknya Agama Islam oleh Syahrir Kila.

FAKTA DAN PERISTIWA DI WILAYAH SULAWESI DAN DAERAH BAWAHANNYA

Sebagian kecil orang masih mempertahankan pendapat bahwa penduduk di sana berbahagia dan puas dengan adat yang mereka miliki, dan sangatlah diragukan jika mereka setelah melalui peradaban seperti yang disebut orang barat, akan menjadi lebih berbahagia dan lebih puas

DINAMIKA KEMILITERAN : DARI KELASKARAN HINGGA BATALYON 710 DI SULAWESI SELATAN

Kesatuan Batalyon 710 dibentuk untuk menambah personil Tentara Nasional Indonesia yang ketika itu jumlahnya masih sangat kecil.

KULINER TRADISIONAL PADA UPACARA ADAT DI SULAWESI SELATAN

Kuliner tradisional adalah kuliner/panganan yang diolah secara tradisional pula, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami, dari alam, dan banyak ditemui di sekitar rumah, atau kebun masyarakat setempat.

NELAYAN DAN KEMISKINAN MENALAYAN BUGIS SUMPANG MINANGAE

Masyarakat yang bermukim di wilayah Sumpang Minangae Parepare khususnya yang berada pada posisinya sebagai pengguna sekaligus pemanfaat lingkungan alam laut (nelayan) menerapkan berbagai strategi terutama yang erat keterkaitannya dengan penggunaan sarana dan prasara

PANGGAE MODAL SOSIAL DALAM KEHIDUPAN NELAYAN MANDAR

Buku Panggae Modal Sosial Dalam Kehidupan Nelayan Mandar ini akan memberi pemahaman kepada masyarakat luas mengenai bagaimana kehidupan nelayan yang dalam berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya menjadikan alat tangkap ‘gae’ sebagai modal dasar.

KONFLIK DAN PERUBAHAN SOSIAL KAJIAN SEJARAH PERLAWANAN TIGA KERAJAAN TERHADAP PEMERINTAH HINDIA BELANDA DI SULAWESI SELATAN ABAD XIX

Konflik antara pemerintah Hindia Belanda dengan ketiga kerajaan di Sulawesi Selatan pada paruh pertama abad ke-19, terjadi karena penolakan Kerajaan Bone, Suppa, dan Tanete atas kembalinya dan usaha pemerintah Hindia Belanda dalam memulihkan kembali kedudukan kekuas

SOPPENG DARI TOMANURUNG HINGGA PENJAJAHAN BELANDA

Kerajaan Soppeng merupakan salah satu kerajaan yang diperhitungkan dalam percaturan politik di masa periode kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan.