Katalog Buku Kalimantan Selatan

Menampilkan 81 - 96 dari 137
  • SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    SISTEM KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT PEDESAAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN

  • PASAR TERAPUNG PEREKONOMIAN TRADISIONAL MASYARAKAT BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN (KAJIAN SOSIAL EKO

    PASAR TERAPUNG PEREKONOMIAN TRADISIONAL MASYARAKAT BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN (KAJIAN SOSIAL EKONOMI)

  • POLA PENGUASAAN, PEMILIKAN PENGGUNAAN TANAH SECARA TRADISIONAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    POLA PENGUASAAN, PEMILIKAN PENGGUNAAN TANAH SECARA TRADISIONAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN

  • KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA ( SUATU TINJAUAN SEJARAH )

    Jauh sebelum negara Republik Indonesia diproklamirkan, Amuntai (ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara sekarang) merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu yang bernama Kerajaan Negaradipa. Empu Jatmika adalah raja pertama kerajaan ini yang sekaligus sebagai pendirinya.

  • BUDAYA MASYARAKAT PERBATASAN Studi Interaksi Antaretnik di Kelurahan Gadang Kecamatan Banjar Timur

    Pola hubungan antargolongan etnik yang terjadi di Kelurahan Gadang cenderung diwarnai oleh adanya kebudayaan dominan, yaitu kebudayaan Banjar.

  • PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    PERUBAHAN POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT PERTUMBUHAN INDUSTRI DI DAERAH KALIMANTAN SELATAN

  • PEGUSTIAN DAN TEMENGGUNG AKAR SOSIAL, POLITIK, ETNIS DAN DINASTI PERLAWANAN DI KALSEL DAN KALTENG 1859-1906

    Perlawanan panjang terhadap Belanda di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah antara tahun 1859 – 1906 telah menampilkan dua sosok keluarga besar aristokrat Banjar, bubuhan Panembahan Antasari dan elite Dayak-Muslim, bubuhan Temenggung Surapati.

  • PERISTIWA BERSEJARAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (1850-1950)

    Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai daerah otonom, secara nyata terbentuk pada tanggal 2 Desember 1950. Dengan demikian tanggal inilah menjadi pancangan tonggak sejarah Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

  • BANJARMASIN (SUATU TINJAUAN SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM)

    Sejarah tentang masuknya agama Islam di Kalimantan Selatan dapat dikatakan dari beberapa sumber, diantaranya menurut catatn sejarah Dinasti Ming di Tiongkok no 323 bahwa Banjarmasin merupakan pusat kegiatan niaga yang besar sejak masa lalu dan telah terjalin hubungan dagang ant

  • SEJARAH REVOLUSI KEMERDEKAAN (1945-1949) DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    Tentara Jepang masuk ke Kalimantan Selatan melalui jalan darat sebelah utara. Politik Van Mook yang dikenal sebagai policy pemerintah NICA-Belanda ialah divide et empera, diwujudkannya dalam bentuk negara dalam wilayah RI menurut cita-cita Proklamasi.

  • ALAM ROH SEPENGGAL SEJARAH PERJUANGAN RAKYAT KALIMANTAN SELATAN MELAWAN KOLONIAL BELANDA

    Alam roh adalah nama samaran dari sebuah “Markas Besar” di darah sektor Selatan pada era pemerintahan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan saat revolusi fisik tahun 1949 di Kalimantan Selatan.

  • DUA WAJAH KOTA MARTAPURA 1826-1942 STUDI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI KOTA

    Perubahan sosial di Kota Martapura dalam kurun waktu 1826 hingga 1942 tergolong ke dalam perubahan sosial yang disengaja (intended change).

  • TENUN KOLEKSI MUSEUM NEGERI PROPINSI KALIMANTAN SELATAN LAMBUNG MANGKURAT

    Tenun Koleksi Museum Negeri Propinsi Kalimantan Selatan Lambung Mangkurat, terdiri atas tenun lokal dan tenun wawasan nusantara, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

  • UPACARA ADAT SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA (STUDI UPACARA ADAT DAYAK HALONG KABUPATEN BALANGAN KA

     

    UPACARA ADAT: SEBUAH DAYA TARIK WISATA BUDAYA (STUDI UPACARA ADAT DAYAK HALONG KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN)

  • RUMAH ADAT BANJAR

    Rumah adat Banjar adalah cukup beralasan untuk dapat diterima bahwa rumah adat Banjar sebagai suatu sarana bangunan lama yang mempunyai nilai arsitek dan merupakan salah satu aspek seni dan budaya daerah Kalimantan Selatan.

  • ARSITEKTUR TRADISIONAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    Arsitektur Tradisional Banjar, dalam perkembangannya dipengaruhi pula oleh unsur budaya luar. Selain adanya jalinan antara budaya Dayak dan Banjar, juga Melayu dan Jawa. Kemudian pengaruh Cina dan Eropa turut mewarnai pula arsitektur tradisional tersebut.