Katalog Buku Kalimantan Selatan

Menampilkan 1 - 16 dari 137
  • PENGUATAN DAN PELEMAHAN PERSATUAN BANGSA : MEDIA DAN TOKOH DI KALIMANTAN SELATAN (1923 - 1959)

    Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, P.M. Noor berhasil membagun persatuan dan kesatuan dari misi yang dibangunnya dari semua wilayah di Kalimantan.

  • SEJARAH, ETNISITAS, DAN KEBUDAYAAN BANJAR

    Perihal mengenai etnisitas, sejarah, dan budaya Banjar yang menjadi tema sentral dari seluruh tulisan pada buku Sejarah, Etnisitas, dan Kebudayaan Banjar ini telah menyita perhatian penulis.

  • MITIGASI BENCANA : STUDI KASUS BANJIR DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Hampir seluruh negara di dunia mengalami masalah banjir, baik di negara maju dan berkembang. Negara berkembang yang sering mengalami banjir dengan frekuensi semakin meningkat setiap tahunnya adalah Indonesia.

  • KISAH GERILA KALIMANTAN

    Dalam buku Kisah Gerila Kalimantan ini membahas mengenai Kalimantan Diachir Perang Dunia II, Proklamasi 17 Agustus 1945, Nica Berkuasa, Persiapan Perdjoangan Kalimantan di Djawa, Nasib Kaum Pemberontak, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lahirnja ALRI Divisi IV Per

  • PANTANG LARANG DALAM MASYARAKAT DAYAK HALONG DI KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN

    Pantang larang untuk saat sekarang sudah mulai banyak ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat. Kemajuan teknologi dan kebebasan berfikir menjadi salah satu faktor penyebab mulai ditinggalkan aturan-aturan tersebut.

  • INTEGRASI SOSIAL MASYARAKAT TRANSMIGRASI JAWA :  DI DESA PURWOSARI KECAMATAN TAMBAN KABUPATEN BARITO KUALA, PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

    Perkembangan dan perubahan terjadi karena adanya interaksi yang terjadi antara masyarakat trans dengan masyarakat lokal khususnya Banjar.

  • EKSISTENSI KESENIAN GANDUT DI KALIMANTAN SELATAN

    Kehidupan kesenian sangat berkaitan erat dengan masyarakat, budaya, dan lingkungan tempat kesenian tersebut berkembang.

  • KINDAI ETAM VOL 3 NO 1 NOVEMBER JUNI 2017

    Jurnal Kindai Etam Volume 3 Nomor  1, November  2017 ini mengusung tema “Memaknai dan Melestarikan Jejak Masa Lalu di Kalimantan”.

  • NADITIRA WIDYA VOL. 12 NO. 1 APRIL 2018

    Dalam konteks ke-Indonesiaan, arkeolog mempraktikkan laku keilmuannya sebagai upaya untuk menyusun cerita keberadaan nenek moyang dan budayanya guna mengukuhkan eksistensi bangsa Indonesia di wilayah Negara Kesatuan RI dengan nilai budayanya yang luhur.

  • BERITA PENELITIAN ARKEOLOGI VOL. 11 TAHUN 2017

    Penelitian arkeologi di Kepulauan Maya-Karimata telah menghasilkan beberapa jenis artefak arkeologi.

  • NADITIRA WIDYA BULETIN ARKEOLOGI VOL. 11 NO. 2 OKTOBER 2017

    Jurnal Naditira Widya Volume 11 Nomor  2, Oktober 2017 ini berdiri tegak dengan memuat 6 (enam) artikel dari lintas masa di wilayah Nusantara. Adapun 6 (enam) artikel tersebut meliputi :

  • NADITIRA WIDYA BULETIN ARKEOLOGI VOL. 11 NO. 1 APRIL 2017

    Peralatan dan sumber daya alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia pastilah dipilih karena fungsional dan mudah dipahami.

  • ARSITEKTUR TRADISIONAL DAERAH KALIMANTAN SELATAN

    Arsitektur Tradisional Banjar, dalam perkembangannya dipengaruhi pula oleh unsur budaya luar. Selain adanya jalinan antara budaya Dayak dan Banjar, juga Melayu dan Jawa. Kemudian pengaruh Cina dan Eropa turut mewarnai pula arsitektur tradisional tersebut.

  • KAJIAN ESTETIS PERTUNJUKAN MUSIK PANTING

    Musik panting turut serta dalam membangun dan membentuk keteraturan sosial masyarakat Barikin. Melalui pertunjukkannya musik panting dapat menjadi media bagi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya.

  • BATIMUNG

    Dengan adanya empat kebudayaan yang ada di Kabupaten Tapin, maka tidak mengherankan banyak pencampuran budaya disitu. Salah satu yang masih bertahan adalah beberapa kosakata yang masih dipakai oleh masyarakat.

  • DIASPORA DAN KETAHANAN BUDAYA ORANG BUGIS DI PAGATAN TANAH BUMBU

    Diaspora orang-orang Bugis dalam beberapa gelombang berlangsung selama pertengahan abad ke-18 dan awal abad ke-20, dimulai dari rombongan dari rombongan dagang Puanna Dekke (pendiri Kerajaan Pagatan) dan diteruskan oleh kelompok-kelompok yang berikutnya.