Workshop Restorasi Naskah Kuno

Workshop Restorasi Naskah Kuno

 

 

Kegiatan workshop restorasi naskah kuno ini diadakan di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang yang bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas dan Tokyo University of Foreign Studies. Pelaksanaan acara ini dilaksanakan pada tanggal 20-22 November 2011 dengan tujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk konservasi, melakukan penelitian dan kajian naskah-naskah kuno yang ada di Indonesia terutama yang berada di Sumatera Barat serta membangun jaringan untuk melakukan kajian-kajian naskah kuno tersebut.

 

Acara workshop ini di buka oleh Direktur Tradisi dan Kesenian yang diwakli oleh Drs. Sudiono, M.Hum. Dalam sambutannya Direktur Tradisi dan Kesenian menyambut baik dilaksanakannya acara ini karena diharapkan dari kegiatan ini semua naskah-naskah kuno yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera Barat dapat terjaga dan dapat dipelajari isinya.

 

Panitia Pelaksana kegiatan workshop ini menghadirkan nara sumber (instruktur) Aritomo Itaru dan Nakajima Ikuko dari National Archieves Japan, Sugahara Yumi dari Tokyo University of Foreign studies serta Pramono dan Yudi dari Universitas Andalas Padang. Peserta yang di undang untuk mengikuti kegiatan ini adalah para pemilik-pemilik naskah dan ahli warisnya yang berada di seluruh kabupaten kota di Sumatera Barat, utusan dari beberapa instansi terkait seperti Balai Bahasa Padang, Museum Padang, perwakilan dari Provinsi Riau, Perwakilan dari Manasa Aceh, Perwakilan dari Manasa Pontianak serta utusan dari Malaysia dengan jumlah peserta sebanyak 45 orang.

 

Dalam Workshop ini selama dua hari peserta di bagi dalam beberapa kelompok dan langsung mempraktekkan cara-cara merestorasi naskah-naskah kuno tersebut.Peserta diajarkan dari pengenalan alat-alat untukrestorasi naskah, pembuatan lem dan dilatih cara-cara merestorasi (memperbaiki) naskah-naskah yang rusak baik oleh rayap, air dan juga karena usia dari kertas naskah tersebut.  Restorasi yang diajarkan berupa penambalan naskah yang dimakan rayap, penempelan naskah yang kondisinya sudah rusak berat dan tata cara pemeliharaan dan perawatan naskah tersebut.

 

Menurut nara sumber, tata cara penyimpanan dan perawatan naskah yang baik adalah:

-          Ruangan tidak terkena cahaya matahari langsung. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, ruangan tersebut diberi gorden karena cahaya matahari dapat merusak naskah tersebut.

-          Rak tempat naskah sedapat mungkin dalam kondisi agak gelap dan berada pada jalur keluar masuk angin.

-         Apabila naskah terkena air hujan jangan dijemur kena cahaya matahari langsung tapi diletakkan di jalur keluar masuk anginsehingga kertas akan kering dengan alami.

-          Pada setiap halaman naskah yang basah diletakkan kertas lain (kertas foto copy) untuk menyerap air. Kegiatan ini dilaksanakan berulangkali dengan mengganti kertas tersebut dengan kertas lain sampai halaman yang basah tersebut kering.

-         Bersihkan naskah-naskah tersebut dari debu dengan memakai kuas dan jangan menyentuh langsung naskah dengan tangan (memakai sarung tangan)

-         Rutin membersihkan rak buku/naskah dengan alcohol

-         Dan terakhir rutin menjemur buku atau naskah tersebut minimal 1x dalam 1 tahun.

 

Pada hari terakhir tanggal 22 November dilakukan kunjungan lapangan ke surau-surau tempat penyimpanan naskah kuno di daerah Padang Pariaman dan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.