Workshop Penyiapan Materi Penyusunan Database Bidang Kebuday

Workshop Penyiapan Materi Penyusunan Database Bidang Kebudayaan

            Pada 14 - 16 Desember 2011, dua orang peneliti dari BPSNT Pontianak Wilayah Kalimantan mengikuti kegiatan Workshop Penyiapan Materi Penyusunan Database Bidang Kebudayaan, yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia di Hotel Millenium Jakarta. Inti dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi database bidang kebudayaan yang pernah dikembangkan sebelumnya, serta melakukan penyiapan materi untuk penyusunan dan perbaikan database selanjutnya. Database bidang kebudayaan ini memiliki beberapa manfaat, yaitu: (1) sebagai dasar penyediaan informasi yang cepat, akurat dan relevan, sehingga informasi yang disajikan tidak basi; (2) mengatasi masalah kerangkapan data, inkonsistensi data, dan kesulitan mengakses data; (3) dapat dipakai oleh multiuser (pengguna yang banyak); dan (4) setiap penggunanya dapat membangun pandangan dari abstraksi data yang ada. Tujuan dari workshop ini adalah menyiapkan materi (struktur database) dalam rangka pengembangan database kebudayaan, yang meliputi budaya benda dan takbenda, SDM di bidang kebudayaan, serta industri kebudayaan. Peserta kegiatan yang berjumlah lebih kurang 100 orang merupakan perwakilan dari para pegawai dan peneliti di lingkungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (termasuk utusan dari BPSNT, BP3 dan Balai Arkeologi se-Indonesia), beserta beberapa orang perwakilan dari museum dan dinas (instansi teknis) terkait di tingkat provinsi.

workshop kali ini adalah Database Kebudayaan (Junus Satrio Atmojo, M.Hum), Tangible Culture (Sri Padmiarsih, M.Hum), Intangible Culture (Dr. Ade Makmur, M.Phill), Statistik Kebudayaan (Abdul Kadir, S.H., M.T.), IT untuk Database (Prof. Dr. Ono Widodo Purbo), SDM Bidang Kebudayaan (Drs. Nunus Supardi), dan Industri Budaya (Dr. Wagiono Sunarto). Setelah itu, peserta workshop dibagi ke dalam empat kelompok yang ditugaskan untuk menyusun struktur database. Sesuai dengan komposisi kelompok yang terbentuk, terdapat empat fokus pembahasan yang didiskusikan, yakni: sumber daya manusia (Kelompok I); Tangible Culture (Kelompok II); Intangible Culture (Kelompok III), dan Industri Budaya (Kelompok IV). Hasil diskusi dan struktur database yang dirumuskan oleh masing-masing kelompok selanjutnya dipresentasikan dan disempurnakan melalui sidang pleno.