SOSIALISASI DAN DIALOG PERFILMAN

SOSIALISASI DAN DIALOG PERFILMAN

BAGI GENERASI MUDA DI KOTA SINGKAWANG

 

 

Generasi muda, adalah pilar yang menentukan kontruksi kebudayaan suatu bangsa ke depan. Sebagai kelompok muda yang dinamis, agresif dan kritis, apresiasi mereka terhadap perkembangan jaman cenderung lebih ekspresif. Terutama terhadap bentuk-bentuk perubahan yang membawa nilai dan semangat baru pada lingkungan sekitar mereka. Sehingga, tidak sedikit cara dan pola apresiasi mereka terhadap pola-pola perubahan jaman, pada gilirannya turut andil dalam menentukan terbangunnya kontruksi kebudayaaan masyarakat suatu bangsa kedepan.

Sebagai generasi pewaris, atau pelaku kebudayaan di masa depan, pilihan akan baik buruknya, atau maju mundurnya kebudayaan suatu bangsa, salah satunya sangat tergantung pada pilihan-pilihan cara dan pola yang tersedia bagi mereka dalam menyikapi unsur-unsur perubahan jaman tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah pilihan cara dan pola yang tersedia dalam menyikapi globalisasi, industrialisasi dan perkembangan realitas ke-Indonesia-an serta ‘tentu’ dampaknya yang pernah terjadi hingga saat ini.

Film merupakan salah satu medium yang cukup efektif untuk dapat mengkontruksikan setiap perkembangan kehidupan dan kebudayaan di masyarakat. Tidak hanya semata-mata pada bentuk-bentuk ekpressi dan apresiasinya, namun juga pada bentuk-bentuk ide perubahan dari setiap perkembangan kehidupan di masyarakat. Sebagai media aktualisasi, film tentu tidak hanya semata dipandang atau berguna sebagai sarana hiburan saja, namun juga efektif sebagai sarana proses pembelajaran sosial. Terutama bagi pengembangan pendidikan, informasi kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta hal-hal lainnya yang berguna bagi perkembangan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan uraian tersebut, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak wilayah kerja Kalimantan, memandang perlu untuk melaksanakan kegiatan yang mampu mendorong terciptanya ruang ekspressi dan apresiasi perfilman dalam rangka menggali ide-ide pluralitas, realitas dan perubahan masyarakat di Kota Singkawang. Untuk itu, sebagai salah satu fungsi Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak wilayah kerja Kalimantan melaksanakan kegiatan Dialog dan Sosialisasi Perfilman Bagi Generasi Muda. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, Pariswisata, Pemuda dan Olahraga, Kota Singkawang yang dilaksanakan pada: Senin-Selasa, 6-7 Juni 2011 bertempat di Gedung PKK, Jl. Firdaus, Kota Singkawang.

Adapun tema yang diangkat adalah: Meningkatkan Apresiasi Generasi Muda Terhadap Pluralitas dan Realitas ke-Indonesia-an melalui Film”. Sedangkan tujuan umum yang hendak dicapai dari pelaksanaan kegiatan ini adalah: menumbuh kembangkan semangat generasi muda terhadap multikulturalisme dan kecintaan terhadap realitas ke-Indonesia-an serta bentuk-bentuk apresiasinya melalui kegiatan perfilman. Tujuan khususnya yaitu:

1. Menumbuhkembangkan kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap isu-isu pluralitas dan realitas ke-Indonesia-an

2. Menumbuhkembangkan kecintaan generasi muda dan masyarakat terhadap multikulturalisme dan pluralitas ke-Indonesia-an

3. Menumbuhkembangkan apresisasi generasi muda dan masyarakat terhadap film-film lokal dan nasional yang bertemakan ke-Indonesia-an

4.Mendorong terciptanya rencana pemerintah daerah dalam memfasilitasi pendirian fasilitas sarana dan prasarana film di Kota Singkawang

Output (hasil keluaran) yang dihasilkan dari kegiatan sosialisasi dan dialog perfilman ini adalah:

a. Tumbuhkembangnya kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap isu-isu pluralitas dan realitas ke-Indonesia-an.

b. Tumbuhkembangnya kecintaan generasi muda dan masyarakat terhadap potensi ke-Indonesia-an dan kehidupan multikulturalisme

c. Tumbuhkembangnya apresiasi generasi muda dan masyarakat terhadap film-film bertemakan ke-Indonesia-an, sehingga film tidak sekedar dimaknai sebagai sarana hiburan ansich, namun juga sebagai media pembelajaran

d. Terciptanya rencana pemerintah daerah Kota Singkawang dalam memfasilitasi rencana tindak lanjut kegiatan perfilman bagi generasi muda Kota Singkawang

Yang menjadi narasumber dari kegiatan Sosialisasi dan Dialog Perfilman di Kota Singkawang ini adalah Eko Harso Selanto (Direktur Yayasan Kampung Halaman di Yogyakarta) dan Denny Sofian (Direktur Canopy Indonesia di Pontianak). Sedangkan yang menjadi sasaran pesertanya adalah para generasi muda terutama dari komunitas-komunitas film di Kota Singkawang dan sekitarnya serta dari lembaga–lembaga pendidikan setingkat universitas se-Kota Singkawang yang berjumlah sekitar 60 orang.