Press Release Lomba Pengetahuan Sejarah dan Budaya 2012

         

Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak

Mengenai Lomba Pengetahuan Sejarah dan Budaya

Tingkat SD dan SMP Se-Kota Pontianak dan Kab. Kubu Raya Tahun 2012

 

 

 

                 Bung Karno pernah bilang revolusi Indonesia belum usai dalam peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Ia menyatakan bahwa revolusi tahap kedua setelah fase pembebasan (liberation) adalah pembangunan bangsa (nation building) dan pembangunan karakter (character building). Tahap ini dirasa lebih sulit di tengah menguatnya kecenderungan pengutamaan kepentingan kelompok dan melunturnya idealisme.

            Alih-alih tuntas, PR besar revolusi tersebut kini ditambah oleh problematika moral bangsa dan gempuran budaya pop negatif yang konon telah menggoyahkan budaya bangsa. Melihat krisis tersebut Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Pontianak berkomitmen untuk melakukan upaya membangun karakter bangsa yakni karakter yang dijiwai nilai-nilai luhur bangsa dan nilai-nilai kemuliaan universal serta memberi kontribusi nyata dalam melahirkan manusia Indonesia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti, berperilaku baik dan memiliki peradaban yang luhur dan mulia. 

Melalui lomba pengetahuan sejarah dan budaya, sebagai lembaga yang salah satu tugasnya mengkaji sejarah dan budaya lokal, BPSNT Pontianak berpikir bahwa kajian tersebut dapat dijadikan modal untuk memberi pengetahuan dan pemahaman siswa akan pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang termuat pada soal-soal sejarah dan budaya. Kecuali itu, BPSNT Pontianak juga merancang model perlombaan yang tidak hanya atraktif dan interaktif guna efektifitas proses transfer pengetahuan tetapi juga mencitrakan nilai-nilai budaya bangsa.

           Mengangkat tema “Menapak Jejak Sejarah dan Budaya sebagai Upaya Membangun Karakter Bangsa untuk Memperkokoh Ketahanan Budaya,” BPSNT Pontianak berusaha menanamkan sebuah nilai agar mengakar kuat dalam masyarakat khususnya generasi muda sebagai penjaga keberlanjutan budaya. Karenanya, Lomba Pengetahuan Sejarah dan Budaya IV tahun 2012 ini diperuntukan bagi siswa-siswa SD dan SMP meliputi Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

            Dalam sambutannya, Kepala BPSNT Drs. Salmon Batuallo menyatakan bahwa para pelajar merupakan representasi dari kalangan generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet bangsa ini menuju ke masa depan.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua tahap. Pertama, Babak Penyisihan pada 24 September dilaksanakan di Aula Asrama Haji melibatkan 198 orang siswa dari 66 sekolah. Kedua, Babak Final SD tanggal 25 September dan SMP di keesokan harinya melibatkan 112 orang siswa dari 8 SD dan 8 SMP.

Lomba yang memperebutkan total hadiah sejumlah Rp. 16. 500.000 dipotong PPH ini menghasilkan 8 juara di setiap tingkat. Juara SD dari peringkat 1 hingga 8 adalah SD Muhammadiyah 2, SD Muhammadiyah 1, SDN 24 Pontianak Timur, SDK Immanuel (IBC), SDN 17 Pontianak Kota, SD Bruder Nusa Indah, SDN 14 Pontianak Selatan, SDN 30 Pontianak Selatan. Sementara Juara SMP dari peringkat 1 hingga 8 diduduki oleh SMPN 21 Pontianak Timur, SMP Islam Al Azhar 17, SMPN 3 Pontianak, SMP Bina Mulia, SMP Bruder, Madrasah Tsanawiyah 1 Pontianak, SMP Immanuel, SMPN 1 Pontianak.