Conference International Association of Historians of Asia

Conference International Association of Historians of Asia XXII :

"Remembering The Past, Experiencing The Present, Exploring The Future"

 

BPSNT Pontianak mengikuti kegiatan konferensi sejarah ke-22 yang diadakan oleh IAHA (International Assosiation of Historians of Asia) di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 2- 6 Juli 2012. IAHA adalah sebuah wadah bagi sejarawan-sejarawan yang tertarik pada aspek dan dimensi tentang sejarah Asia untuk bertemu dan berbagi pengetahuan mereka. Acara ini dibuka pada Senin, 2 September 2012 di Kraton Surakarta oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan, Musliar Kasim disaksikan oleh Pengageng Kraton,GRAy Koes Moertiyah, Presiden IAHA Dr. Azyumardi Azra, Peneliti Senior, Prof. Dr. Taufik Abdullah serta Ketua MSI Dr. Mukhlis PaEni. Sesi pertama, 3 Juli 2012, diadakan sidang pleno dengan 3 keynote speaker yaitu Charnvit Kasetsiri (Thammasat University,Thailand) yang menyajikan makalah tentang konflek perbatasan Thailand dan Kamboja, Singgih Tri Sulistyono (Diponegoro University) yang membawakan makalah dengan judul “Ocean Territory Border Concept of Indonesia: A Historical Perspective”, Augusto V.de Viana (University of Santo Thomas, Philippines) yang membawakan “The Philipine View of Indonesian Independence Day as Reported in Philippine Newspaper” dengan moderator Prof. Dr. Taufik Abdullah. Acara dilanjukan dengan diskusi-diskusi pararel menghadirkan beberapa topik utama yaitu: History dan Historiografi: From Source to Theory; Movement of the People in the Border Areas; Culture: Heritage of the Past, Trends in the Present; Gender, Politics and Democracy; Security, Defense, and Welfare; Environment and Natural Disasters in Historical Perspective, Religion and Politics, Tourism in Asia, Demography, Urbanization, and Transportation; Literature and Contemporary Society dan Medical History and Healthcare. Masing-masing topik utama tersebut disajikan secara bersamaan pada ruang konferensi yang berbeda. Sejumlah paper dengan bahasan serupa dalam satu tema utama dibahasa dalam sejumlah sub-sub tema yang disajikan pada setiap sesi. Di sela-sela kegiatan, para peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke Museum Danarhadi dan makan malam dengan Walikota Surakarta, Joko Widodo di kediaman walikota, Loji Gandrung. Acara ini didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kota Solo, Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), HOMSEA (History of Medicine in South East Asia), dan PERSEKIN (Persatuan Sejarah Kedokteran Indonesia). Pada acara penutupan di kawasan Candi Prambanan, Presiden IAHA periode 2010-2012, Dr. Azzumardi Azra menyatakan bahwa konferensi ini akan diadakan kembali dua tahun mendatang di Negara Bagian Kedah, Malaysia. Sebelum para peserta disuguhi pertunjukan Sendratari Ramayana, Staf Ahli Menteri bidang multikultural, Hari Untoro Drajat, secara resmi menutup acara ini.