UPACARA ADAT DAN KESENIAN KHAS PADA MASYARAKAT MELAYU KAYONG KABUPATEN KETAPANG

Pengarang: 

M. NATSIR, IKHSAN, NENI PUJI NUR RAHMAWATI

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

394.2 (390-399)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
69

Suku yang ada di Kabupaten Ketapang salah satunya suku Melayu yang lebih dikenal dengan sebutan Melayu Kayong. Nama Kayong dikenal bermula dari anak sungai pawan yang berada di Kabupaten Ketapang. Melayu Kayong mempunyai adat istiadat yang santun tetap memegang tradisi yang begitu kuat dan mempunyai ciri khas kesenian syair gulung, adalah salah satu syair yang masih ada di Kabupaten Ketapang yang menceritakan tentang halusnya budi bahasa dengan susunan kata-kata yang indah. Selain itu juga ada adat istiadat kesenian khas Rebana yang sudah ada sejak jaman kesultanan Tanjungpura yang selalu dimainkan oleh masyarakat Melayu pada umumnya. Permainan rebana dimainkan ketika ada acara tertentu seperti pada acara gunting rambut, perkawinan dan peringatan hari-hari bersejarah. Selain kesenian ada juga upacara adat diantaranya Upacara bayar niat makam keramat tujuh, kepercayaan masyarakat yang masih ada dengan membayar niat jika sesuatu hajat yang diinginkan tercapai. Upacara adat buang-buang penyakit bahwa kepercayaan masyarakat penyakit bisa datang dari faktor alam sehingga dengan berbagai cara dilakukan, membuang penyakit di sungai-sungai yang mengalir dengan berbagai media seperti telur dan sebagainya. Upacara tepung tawar adalah bagian ritual yang selalu dilakukan oleh masyarakat setempat. Upacara ini dilakukan setiap ada acara kegiatan seperti pada acara penyambutan tamu, perkawinan, khitanan maupun menaiki rumah baru. Upacara perdamaian adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh berbagai etnis yang ada di Kabupaten Ketapang. Dari berbagai kesimpulan yang ada, hal ini menjadi suatu ciri khas identitas Melayu Kayong yang menggambarkan bahwa mulai dari sejarah, sifat perilaku, dan adat budaya yang selalu mereka junjung menjadi suatu modal dalam membangun sumber daya manusia yang sellau menghargai para leluhurnya dan menjadikan mereka manusia yang beriman dan berakhlak mulia.