TRADISI LISAN DAN SISTEM TENURIAL LAHAN MASYARAKAT BUGAU

Pengarang: 

MOCH. ANDRI WP, DEMANHURI, FITRIA ELISABET

Penerbit: 

BPNB KALBAR

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

TDK - 392.3 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-391-681-8

Jumlah Halaman: 
100

Tulisan ini menggambarkan tentang tradisi lisan berupa cerita-cerita rakyat dan sistem tenurial lahan pada masyarakat Bugau. Makna tersirat yan disampaikan dalam cerita-cerita ini memang tidak berhubungan langsung dengan sistem pemilikan dan kepemilikan lahan. Namun cerita ini tetap dipusatkan pada daerah   puncak Bukit Bugau yang menandakan bahwa wilayah ini merupakan pusat dari kosmologi kebudayaan  masyarakat Bugau. Bahwa alam pikiran masyarakat Bugau tentang hidup dan kehidupan beserta alamnya senantiasa dikaitkan, berpusat atau dipengaruhi oleh kondisi alam yang ada di Bukit Bugau. Daerah alam yang kerap kali disebut-sebut sebagai temawai pertama masyarakat Bugau. Akan halnya merumpang yang kerap menjadi rujukan dalam pola pemilikan awal lahan pada masa lalu, temawai juga kerap menjadi rujukan dalam pola pemangkuan lahan saat ini. Meski halnya merumpang yang kerap menjadi rujukan dalam pola pemilikan awal lahan pada masa lalu. Temawai juga kerap menjadi rujukan dalam pola pemangkuan lahan saat ini. Meski tidak semua persoalan yang merujuk kepada kedua tradisi tersebut harus berakhir dengan baik dan diterima oleh masing-masing pihak secara terbuka. Karena keduanya membutuhkan tidak saja tradisi tutur yang disampaikan secara turun menurun, namun juga orang yang pernah mengetahui atau mendengar secara langsung. Baik individu perorangan maupun kelompok-kelompok kecil yang masih terikat secara kekerabatan, atau bahkan juga masyarakat luas secara umum.