TEKNOLOGI TRADISIONAL NELAYAN EKSISTENSI ALAT TANGKAP TRADISIONAL PADA MASYARAKAT NELAYAN DESA RAPAMBINOPAKA KONAWA SULAWESI TENGGARA

Pengarang: 

JONI LISUNGAN

Penerbit: 

BPNB MAKASSAR

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tenggara
Rak: 

TEK-639.2 (630-639)

ISSN/ISBN: 

978-602-9248-15-9

Jumlah Halaman: 
118

Masyarakat Nelayan di Desa Rapambinopaka sebagian besar merupakan nelayan yang mengkhususkan dirinya sebagai nelayan pancing untuk ikan tenggiri dan ikan sunu. Mereka merupakan nelayan mandiri sekaligus sebagai nelayan pemilik, yang tidak bergantung dengan orang lain. Dalam menjalankan aktivitasnya, nelayan di desa tersebut menggunakan beberapa jenis alat tangkap diantaranya sero, bagang apung dan bagang tancap, serta alat pancing. Teknologi alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Rapambinopaka pada dasarnya tergolong tradisional dan semi tradisional. Alat tangkap yang masih tradisional diantaranya sero dan bangang tancap. Selain itu, ada pula model pemanfaatan alat tangkap yang memadukan dua tipe teknologi yaitu tradisional dan modern. Tipe seperti ini, nelayan di Rapambinopaka memanfaatkan material yang sesungguhnya diproduksi secara modern namun diracik dan dibuat menjadi alat pancing tertentu secara sederhana (tradisional) misalnya cili-cili dan kedo-kedo. Aspek pemanfaatannyapun juga digunakan secara manual yang membutuhkan keahlian tertentu.