TATA PEMERINTAHAN KASULTANAN KUTAI KARTANEGARA DI MSA SULTAN H.A.M. SALEHUDDIN II 1999-2018

Pengarang: 

Dr. H. HASYIM, M.Pd

Penerbit: 

CV. JENDELA SASTRA INDONESIA PRESS

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

SPO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-0749-90-7

Jumlah Halaman: 
140

Haji Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat yang bergelar Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II bin Sultan Adji Muhammad Parikesit atau disebut juga Pangeran Praboe adalah Sultan Kutai dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang dinobatkan sebagai sultan pada tanggal 22 September 2001 dan memerintah Kesultanan Kutai Kartanegara hingga ia meninggal dunia pada 5 Agustus 2018. Pada tahun 1999, Bupati Kutai Kartanegara Drs. H. Syaukani HR, MM berniat untuk menghidupkan kebali Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Dikembalikannya Kesultanan Kutai ini bukan dengan maksud untuk menghidupkan feodalisme di daerah, namun sebagai upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Pada tanggal 7 November 2000, Bupati Kutai Kartanegara bersama Putra Mahkota Kutai H. Aji Pangeran Prabe Anoem Soerja Adiningrat menghadap Presiden RI, Abdurrahmah Wahid untuk menyampaikan maksudnya, dan disetujui. Pada tanggal 22 September 2001, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II. Penabalan H.A.P. Praboe sebagai Sultan Kutai Kartanegara baru dilaksanakan pada tanggal 22 September 2001. Penobatannya sendiri diakui oleh seluruh kerabat Kesultanan Koetai ing Martadipura dan Pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara. Malah, ketika Pemkab Kutai Kartanegara di era pmerintahan Syaukani HR, ia pun dibangunkan sebuah keraton (kedaton). Letaknya persis di belakang Museum Mulawarman, Tenggarong, bekas istana atau pusat kerajaan tempo dulu.