TARIAN RAIGO SULAWESI TENGAH

Pengarang: 

LILY E.N SAUD, DKK

Penerbit: 

BPNB MANADO

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-9374-69-8

Jumlah Halaman: 
53

Raigo hidup dan berkembang dalam masyarakat Sulawesi Tengah khususnya pada suku bangsa Kulawi, Kaili dan Bada. Tarian ini menggambarkan suatu kemenangan dalam usaha, kegembiraan serta pengungkapan rasa syukur atas hasil panen yang menggembirakan ditarikan dalam gerakan dan ungkapan dalam bahasa daerah yang berisikan pemujaan terhadap sang pencipta. Tarian ini pelaksanaannya sedikit berbeda dari tarian tradisi lainnya yang ada di wilayah Sulawesi Tengah. Penyelenggaraannya secara utuh hanya dapat kita lihat pada pelaksanaan upacara-upacara adat di daerah ini. Keunikan serta keistimewaannya tarian ini tidak diiringi oleh instrument/alat musik tradisi melainkan hanya diiringi oleh vokal tradisi yang berisi syair-syair ritual pelaksanaan upacara itu sendiri. Raigo memiliki kedudukan penting pada pelaksanaan upacara adat Kulawi, mulai dari upacara membuka lahan, upacara Nompioni (masuk hutan), Vunca Ada’ Mpae (Upacara Panen), Powutu (Upacara Kematian), Potapahi Tana (Upacara cuci bumi/tolak bala) ataupun Hslis Todea (Upacara Perkawinan), Upacara Mancumani Rotompo (menanggal gigi), dan upacara daur hidup. Untuk mendukung tarian ini, maka tercipta pula lantunan syair-syair dalam vokal yang berisi pesan moral kepada yang mendengarkannya serta beberapa kelengkapan pendukung lainnya yang juga memiliki makna simbolik terhadap upacara ritualnya.