TARI LIKOK PULO DI ACEH BESAR

Pengarang: 

FARIANI, AGUNG SURYO SEYTANTORO, ESSI HERMALIZA, PIET RUSDI, HASBI AZHAR

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-72-8

Jumlah Halaman: 
76

Seni tari tradisi Likok Pulo merupakan seni tari tradisi original dari Pulo Aceh. Disiptakan oleh seorang ulama dari tanah Arab sebagai media untuk menyempurnakan ajaran Islam di ujung utara Pulau Sumatera. Artinya, tarian ini muncul setelah masa masuknya Islam ke Bumi Iskandar Muda. Tari tradisi Likok Pulo yang berasal dari Aceh sebenarnya disajikan dengan cara yang sederhana. Dari segi pakaian, penari Likok Pulo tidak mengenakan pakaian mewah. Tetapi mereka hanya mengenakan kaos lengan panjang, celana panjang, kain sarung, dan ikat kepala saja. Dari segi pola lirik, lirik adalah kekuatan Likok Pulo, hampir semua berisi syiar Islam. Pertunjukannya dimaknai sebagai media pembelajaran ajaran agama yang efektif. Dari segi ragam gerak, tarian ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi geografis Pulo Aceh yang terdiri atas lautan luas, gelombang, angin, pepohonan, pegunungan, serta budaya masyarakat setempat yang suka bergotong royong. Setiap gerakan mengandung makna filosofis yang dapat dijadikan pedoman hidup. Artinya, secara keseluruhan tarian ini merupakan tari tradisi yang perlu dijaga originalitasnya dan terus dilestarikan. Tarian Likok Pulo ini untuk kondisi terkini sudah mengalami kemunduran, karena minimnya minat dan perhatian dari generasi penerusnya. Seiring perkembangannya, tarian ini juga sudah mengalami perubahan. Diantaranya kalau zaman dahulu penari dari tarian Likok Pulo ini dilakukan oleh laki-laki, akan tetapi kini sudah ditarikan oleh kaum perempuan. Kondisi ini menyalahi aturan tradisi Aceh, namun jika alasan penyebarannya untuk generasi muda maka perlu tata aturan tentang baku demi tidak tercampurnya tari ini.