SOPPENG DARI TOMANURUNG HINGGA PENJAJAHAN BELANDA

Pengarang: 

SYAHRIR KILA, SAHAJUDDIN, MUHAMMAD AMIR

Penerbit: 

BPNB SULSEL

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

SKO - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-5887-04-8

Jumlah Halaman: 
238

Kerajaan Soppeng merupakan salah satu kerajaan yang diperhitungkan dalam percaturan politik di masa periode kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan. Buku ini lebih fokus pada pergolakan sosial politik dalam perjalanan Kerajaan Soppeng dari masa Tomanurung, masa kerajaan sampai pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kehidupan masyarakat Soppeng dimulai pada masa prasejarah yang dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan fosil dan artefak. Setelah berakhirnya zaman prasejarah dilanjutkan dengan kehidupan zaman berkelompok. Masing-masing kelompok ini dipimpin seorang yang bergelar matoa. Masa itu biasa juga disebut sebagai masa sianre bale tauwe atau masa kacau balau, siapa yang kuat dan berani, mereka yang mengendalikan kekuasaan. Ketika turun Tomanurung, para matoa menemukan cara mengakhiri masa kekacauan ini dengan meminta Tomanurung ini sebagai pemimpin mereka yang dianggap bisa menyatukan dalam perdamaian. Dari masa Tomanurung ini, sebagai cikal bakal berdirinya Kerajaan Soppeng. Kalau menilik percaturan politik di kalangan kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan, Kerajaan Soppeng tidak sedang dalam persaingan dengan kerajaan lainnya. Justru para pembesar Kerajaan Bone yang cerdik menempatkan Kerajaan Soppeng dalam posisi tersebut, dengan mengikat hubungan kedua kerajaan dalam hubungan kekeluargaan dan perjanjian. Apalagi para pembesar Kerajaan Soppeng mempunyai karakter teguh pada perjanjian.